KELANA KOTA

Jelang Sidang PHPU di Jakarta, Ribuan Personel Gabungan Siaga Amankan Jatim

Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 13 Juni 2019 | 11:48 WIB
Irjen Pol Luki Hermawan Kapolda Jatim saat menggelar apel konsolidasi Operasi Ketupat Semeru, Kamis (13/6/2019) di Mapolda Jatim. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kepolisian Daerah (Polda) Jatim menggelar apel konsolidasi Operasi Ketupat Semeru, Kamis (13/6/2019). Apel yang diikuti ribuan personel gabungan ini, sekaligus untuk mempersiapkan pengamanan menjelang sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi Jakarta.

Irjen Pol Luki Hermawan Kapolda Jatim mengatakan, sesuai jadwal dan tahapannya sidang PHPU berlangsung mulai 14-28 Juni mendatang. Untuk itu, Polda Jatim dalam hal ini telah menyiapkan 6.331 personel dan dibantu TNI sebanyak 2.980 personel.

"Untuk apel konsolidasi ini agak berbeda dengan apel-apel sebelumnya. Karena setelah Operasi Ketupat dilanjutkan dengan kegiatan pengamanan untuk menghadapi sidang PHPU," kata Luki usai melakukan apel konsolidasi di Polda Jatim.

Adapun sasaran dalam giat pengamanan tersebut, lanjut dia, di antaranya kantor KPU, Bawaslu, gudang logistik, dan obyek vital yang ada di Jatim. Menurutnya, momen politik saat ini terutama pasca pengumuman hasil Pemilu kemarin, cukup mempengaruhi situasi Kamtibmas di Jatim.


Salah satunya, aksi pembakaran Mapolsek Tambelangan oleh ratusan massa, yang terjadi pada Rabu (22/5/2019) lalu. Untuk itu, pengamanan selama sidang PHPU berlangsung harus dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal serupa.

"Saya berharap kepada seluruh personel yang terlibat agar selalu waspada terhadap upaya pihak-pihak tertentu yang ingin mengganggu pelaksanaan sidang PHPU di wilayah Jatim. Serta melaksanakan kegiatan ini dengan penuh kesiapsiagaan, sungguh-sungguh, dan ikhlas," ungkapnya.

Dalam hal ini, Polda Jatim telah melakukan berbagai upaya agar situasi Jatim tetap kondusif dan sidang PHPU berlangsung lancar. Mulai dari melakukan pemetaan, deteksi dini ancaman gangguan, hingga menjalin sinergitas dengan TNI, tokoh politik, tokoh agama, tokoh pemuda, dan komponen masyarakat lainnya.

Selain itu, pihaknya juga telah mengirimkan sebanyak 1.200 personel ke Jakarta dalam rangka Bawah Kendali Operasi (BKO) untuk mengamankan sidang perselisihan hasil pemilihan umum 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jumat (14/6/2019) besok.

"Rencananya tanggal 14 Juni ada kegiatan turun ke Grahadi. InsyaAllah dengan bantuan tokoh agama dan pimpinan itu tidak jadi. Lalu untuk yang mau berangkat ke Jakarta, ada imbauan dari masing-masing parpol untuk tidak berangkat. Bisa mengikutinya lewat TV atau media lain," kata dia.

"Kami sudah beberapa kali bertemu dengan tokoh-tokoh agama dan sepakat kejadian di Tambelangan tidak terjadi lagi. Kasus pembakaran tetap berjalan dan kami terus memburu DPO lainnya," pungkasnya. (ang/dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.