KELANA KOTA

Baru Dilantik, Anggota KPU Kabupaten/Kota di Jatim Harus Siaga Sidang PHPU MK

Laporan Denza Perdana | Kamis, 13 Juni 2019 | 17:32 WIB
Arief Budiman Ketua KPU RI saat mengambil sumpah jabatan Anggota KPU Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang dilantik, Kamis (13/6/2019). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia melantik 180 orang anggota KPU untuk 36 kabupaten/kota di Jawa Timur, di salah satu hotel di Surabaya, Kamis (13/6/2019).

Setelah pelantikan ini, para anggota KPU yang sudah dilantik harus bersiaga menghadapi Sidang Gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah, Jumat (14/6/2019).

Arief Budiman Ketua KPU RI yang melantik langsung para anggota KPU ini mengatakan, pelantikan ini adalah pelantikan yang spesial di tengah proses PHPU yang menurutnya sangat penting bagi KPU RI.

"Sangat spesial, karena dilakukan di sela-sela tahapan penting, yang sangat krusial. Jadi, KPU harus berhati-hati betul memilih anggota KPU di masa seperti ini. Kalau tidak sesuai kriteria yang sudah kita buat, sangat berisiko," katanya.


Ada beberapa pesan yang disampaikan Arief kepada para anggota KPU kabupaten/kota terpilih. Pertama, dia ingin para anggota mampu bekerja transparan seiring transparansi pelaksanaan pemilu yang sedang dibangun KPU RI.

"Yang kedua, kami ingin mewujudkan pelaksanaan pemilu yang berkualitas. Untuk itu, anggota KPU harus bekerja secara profesional, ngerti betul apa itu pemilu dan bagaimana menjalankannya," katanya.

Menurut Arief, transparansi pelaksanaan pemilu dan profesionalitas para penyelenggaranya tidak akan berarti tanpa integritas. Poin pesannya yang ketiga adalah soal integritas anggotanya. KPU RI akan berlaku lebih ketat.

"KPU, sekarang, memudahkan anggota yang tidak berintegritas untuk diberhentikan sebagai penyelenggara pemilu. Kami akan mempercepat prosesnya, tidak menunggu ada laporan ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu)," katanya.

Arief benar-benar mengingatkan mereka tentang integritas ini. Karena menurutnya, Jawa Timur adalah daerah dengan wilayah banyak, dengan jumlah penduduk yang banyak dan menjadi potret pelaksanaan pemilu nasional.

Terakhir, dia mengingatkan tentang kerja sama tim. Kerja KPU, kata dia sangat unik. Yakni secara kolektif kolegial, di mana setiap keputusan yang diambil harus diputuskan melalui rapat pleno.

"Karena itu saya ingatkan tetang team work. Enggak usah rebutan ingin jadi ketua, divisi ini, divisi itu, karena semua sama. Semua mengambil keputusan dalam rapat pleno. Jadi selain kerja cepat, saya harap kerja tim ini dijaga," ujarnya.

Arief pun meminta para anggota yang baru dilantik tidak perlu terlalu lama merayakan pelantikan ini di Surabaya. Besok, Jumat, mereka harus segera pulang ke daerah masing-masing.

"Karena besok anggota yang dilantik hari ini sudah harus langsung bekerja, langsung menyiapkan dokumen untuk Sidang MK. Jangan sampai ada anggota yang dilantik hari tidak siap," katanya.

Pada kesempatan itu juga Arief menyampaikan kepada keluarga anggota KPU yang dilantik, bahwa uang kehormatan bagi mereka tidak banyak tapi pekerjaan yang harus dilakukan sangat banyak.

"Jadi, kalau ada keluarganya yang hadir di sini, kalau ada yang pulang bawa uang sekoper atau rekeningnya tiba-tiba berisi uang banyak, jangan malah senang, Anda patut curiga. Karena uang kehormatannya tidak banyak. Demikian juga kalau ada yang selalu pulang uangnya habis, Anda juga patut curiga," katanya diikuti tawa hadirin.

Seluruh anggota KPU Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang hadir di hotel itu telah secara resmi dilantik berdasarkan Surat Keputusan KPU Nomor 1089-1124/PP.06-Kpt/05/KPU/VI/2019 tanggal 11 Juni 2019.

Setelah ini, masing-masing anggota KPU harus segera merapatkan pemilihan ketua di internal masing-masing sehingga bisa segera menjalankan tugas-tugasnya, karena sejumlah 19 KPU kabupaten/kota di Jawa Timur juga harus bersiap untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2020.(den/tin)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.