KELANA KOTA

KPU RI: Jatim Jadi Fokus Perhatian Sidang PHPU, Semua Dokumen Sudah di Jakarta

Laporan Denza Perdana | Kamis, 13 Juni 2019 | 18:17 WIB
Arief Budiman Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI saat ditemui wartawan di Surabaya, Kamis (13/6/2019). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Arief Budiman Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengatakan, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang menjadi fokus perhatian dalam sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konsitutusi (MK).

"Semua dokumen pendukung dari 38 kabupaten/kota di Jatim sudah kami siapkan. Dua hari lalu sudah dibawa ke Jakarta. Sudah dimasukkan bukti-bukti relevan di mahkamah konsitusi," ujarnya di Surabaya, Kamis (13/6/2019).

Besok, Jumat (14/6/2019), adalah sidang perdana PHPU di MK. Arief mengatakan, semua persiapan sudah dilakukan oleh KPU RI. Jawaban KPU atas gugatan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi sudah diserahkan ke MK.

"Kuasa hukum juga sudah siap, tinggal melihat nanti pada proses persidangan selanjutnya, apakah membutuhkan tambahan alat bukti, saksi, atau tidak," katanya. KPU RI juga sudah menyiapkan.


Karena itulah, Arief mengatakan, seluruh anggota KPU kabupaten/kota di Jawa Timur yang dilantik hari ini harus merupakan anggota yang sudah benar-benar memahami apa itu pemilu.

"Bukan yang sedang belajar tentang Pemilu. Ya, kalau memang diperlukan jadi saksi, kami akan menghadirkan mereka di persidangan. Tetapi sepanjang dokumen fisik dan penjelasan kami cukup, tidak perlu menghadirkan saksi," katanya.

Nur Syamsi, satu di antara anggota KPU Kota Surabaya terpilih yang turut dilantik hari ini mengatakan, KPU Surabaya sudah menyiapkan seluruh dokumen alat bukti yang dibutuhkan oleh KPU RI untuk menghadapi gugutan Pasangan Calon 02.

"Kami sudah siapkan, dan alat bukti yang dibutuhkan KPU RI itu sudah kami kirim sejak tanggal 9 kemarin ke KPU RI," kata Komisioner KPU Kota Surabaya incumbent itu ketika ditemui usai dilantik.(den/tin)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.