KELANA KOTA

Jelang Tes TPA PPDB, Orang Tua Jangan Suruh Anak Les dan Latihan Tes

Laporan Agung Hari Baskoro | Sabtu, 15 Juni 2019 | 16:44 WIB
Dimas Aryo Wicaksono Koordinator Pelaksanaan TPA PPDB SMP Jalur Zonasi Kawasan dan Ikhsan Kepala Dinas Pendidikan Surabaya di Kantor Dinas Pendidikan Surabaya pada Sabtu (15/6/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Menjelang pelaksanaan Tes TPA PPDB SMP jalur zonasi kawasan pada Senin (17/6/2019) mendatang, orang tua peserta diminta untuk tidak memberikan latihan-latihan tes apalagi les-les kepada anaknya yang akan menjadi peserta.

Dimas Aryo Wicaksono Koordinator Pelaksanaan TPA PPDB SMP mengatakan, orang tua cukup mengakses web resmi www.ppdbsurabaya.net dan melihat karakteristik soal TPA yang ada. Dari situ, orang tua bisa meminta anak belajar sesuai dengan umur dan kemampuannya tanpa tekanan.

"Gak perlu sampai bikin latihan tes, les-lesan, sangat tidak disarankan. Ini membuat psikologis anak tertekan," kata Dimas Aryo pada Sabtu (15/6/2019).

Selain berlatih secukupnya sesuai umur siswa, Aryo juga menyarankan agar peserta memiliki istirahat cukup, dan bisa bersikap tenang. Orang tua diharapkan bisa memberikan ruang untuk anak agar merasa tenang.


"Dukung aja. Dek siap ya, besok ya, tenang aja. Mama papa percaya sama kamu. Jangan sampai dipaksa," jelasnya.

Aryo menyebut, tes TPA dalam PPDB SMP Jalur Zonasi Kawasan, diharapkan mampu mengukur potensi akademik anak. Ke depan, diharapkan dia menjadi lebih siap dan dapat berperan dalam sekolah kawasan yang akan menjadi percontohan.

Dalam tes inim peserta akan mengerjakan tiga subtes, yaitu kemampuan verbal, numerikal, dan figural. Setiap sesi, siswa akan mendapatkan intruksi dari tester. Tes baru dimulai hanya ketika semua peserta telah sepakat dan paham teknis pengerjaan soal yang ada. (bas/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.