KELANA KOTA

Khofifah ajak Warga Jaga Kedamaian untuk Produktivitas Jatim

Laporan Zumrotul Abidin | Minggu, 16 Juni 2019 | 07:14 WIB
Pimpinan Forkopimda Jatim saat mengajak masyarakat berkomitmen mrnjaga Jatim damai. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Ribuan orang memadati simpang Monumen Perjuangan Polri, Jalan Polisi Istimewa, Surabaya, Minggu (16/6/2019) untuk mengikuti deklarasi anti kerusuhan.

Ribuan orang ini menngenakan kaos serba putih bertuliskan Jatim Bersatu untuk Indonesia Damai. Mereka mengikuti jalan sehat dari Jalan Darmo bersama Gubernur Jatim, Kapolda dan pimpinan forkopimda lainnya dengan finish di simpang Monumen Polri.

Irjen Pol Luki Hermawan Kapolda Jatim dalam sambutannya mengatakan, kegiatan pagi ini bagian dari upaya seluruh forkopimda bisa bersilaturahmi dengan masyarakat di Surabaya dan Jatim. Tujuannya mengajak seluruh masyarakat bergandengan tangan menolak segala macam upaya Kerusuhan.

"Pagi ini kita bisa bertemu dan bersilaturahmi untuk tujuan baik, bersama menolak segala macam upaya kerusuhan," kata Kapolda.


Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim dalam sambutannya juga mengajak seluruh masyarakat berkomitmen menjaga kedamaian Jatim. Khofifah juga meneriakkan tiga komitmen yang diikuti ribuan peserta yaitu Kerusuhan No, Kedamaian Yes, NKRI harga mati.

Khofifah berharap seluruh masyarakat begandengan tangan meningkatkan produktivitas Jatim dengan salah satu caranya menolak kerusuhan dari bentuk apapun.

"Ayo tingkatkan produktivitas Jatim dengan menolak kerusuhan," katanya.

Setelah sambutan dari pimpinan Forkopimda, masyarakat kemudian berbaris untuk senam bersama Gubernur Jatim, Kapolda Jatim, Pngdam V Brawijaya, Kajati dan pejabat lainnya. Masyarakat tampak menikmati acara ini. Mereka juga berkesempatan membubuhkan tanda tangan di papan komitmen #Tolak Kerusuhan. (bid/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.