KELANA KOTA

Khofifah: Konflik Berkepanjangan berawal dari Pembiaran Kerusuhan

Laporan Zumrotul Abidin | Minggu, 16 Juni 2019 | 12:08 WIB
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan Kapolda Jatim dan Mayjen TNI Pangdam V Brawijaya Wisnoe Prasetja Boedi saat Deklarasi Jatim Bersatu untuk Indonesia Damai bertempat di Monumen Polisi Istimewa Surabaya, Minggu (16/6/2019). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengajak semua pihak belajar dari pengalaman negara lain tentang pemicu terjadinya konflik berkepanjangan yang berawal dari kerusuhan dan mengalami pembiaran. Kondisi tersebut menyebabkan konflik sosial, politik makin meluas.

Menurutnya, pembiaran konflik yang diawali oleh kerusuhan dapat membenturkan elemen elemen strategis di banyak negara. Belajar dari pengalaman konflik sosial di banyak negara itulah, mari kita Khofifa mengajak semua pihak jaga Indonesia, jaga kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kita tidak setuju adanya kerusuhan, sekecil apapun. Saya minta kita semua saling mencoba melakukan langkah-langkah preventif. Proses demokrasi adalah ruang yang dibuka oleh konstitusi kita, demokrasi yang disampaikan harus lewat cara yang santun, proporsional, dengan menjaga hak hak dari elemen yg lain," ujar Gubernur saat Deklarasi Jatim Bersatu untuk Indonesia Damai bertempat di Monumen Polisi Istimewa Surabaya, Minggu (16/6/2019).

Di tempat yang sama, Irjen Pol Luki Hermawan Kapolda Jatim mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke 73 yang mengadakan gerak jalan santai dan olahraga pagi bersama. Sekaligus menghadapi isue yang berkembang dengan menolak kerusuhan dan deklarasi damai.


Kegiatan semacam ini juga dilakukan di seluruh kabupaten/kota se Jatim. Seluruh Forkopimda di seluruh Jatim baik aparat pemerintah maupun TNI-Polri. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Gubernur yang telah mendukung langkah TNI-Polri sehingga masyarakat Jatim memahami untuk menolak kerusuhan untuk mewujudkan Indonesia Damai," ujarnya.

Sementara itu, Mayjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi Pangdam V Brawijaya mengatakan, bahwa semua pihak memiliki kewajiban dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Minimal tanggung jawab tersebut datang dari dirinya sendiri.

"Semua berkewajiban untuk menciptakan keamanan dengan cara menjaga rumah tempat tinggalnya sendiri. Terlebih berita bohong atau Hoax yang tidak bermanfaat harus di hilangkan dan tidak boleh disebarkan sembarangan," tutupnya. (bid/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA