KELANA KOTA

Wali Murid Terus Berjuang Demi Kursi di Jalur Zonasi

Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 20 Juni 2019 | 13:56 WIB
Ratusan wali murid terus memadati kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Kamis (20/6/2019) dan membubuhkan tanda tangan petisi Tolak Zonasi. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Ratusan wali murid terus memadati kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Kamis (20/6/2019). Sampai pukul 13.30 WIB, mereka terus berdatangan guna mencari titik terang untuk anak-anaknya bisa masuk SMP Negeri.

Mereka membeber kain putih panjang di lorong gedung di Jl. Jagir Wonokromo itu. Setiap orang yang baru datang, mereka langsung membubuhkan tanda tangan petisi Tolak Zonasi, setelah itu baru mengisi absensi ke koordinator.

Supandi salah seorang tim 11 yang mewakili mereka mengatakan, para pendemo ini rata-rata memiliki anak dengan nilai bagus, tapi terdepak di sistem zonasi. Entah karena daftarnya telat atau jarak antara rumah rumah dan sekolah tidak terjangkau.

Supandi menceritakan, Rabu malam (19/6/2019) sempat ada point yang akan ditandatangani bersama antara perwakilan wali murid dengan Ihksan Kadispendik Surabaya, tapi ternyata ada kelompok massa pendemo lain datang yang suaranya terlalu vokal akhirnya ricuh, Ikhsan pun urung tanda tangan.


"Sekarang mentah lagi. Mulai dari awal lagi," ujarnya kepada suarasurabaya.net di lokasi.

Supandi menjelaskan, beberapa point yang sempat akan diajukan ke pusat antara lain, para pendaftar yang telah tersingkir ini boleh daftar lagi besok. Lalu, pengambilan pagu ditambah 6 per rombel kelas. Selain itu, ada point sharing nilai 70 persen, 30 persen jarak.

"Karena dengan zonasi ini pilihan kedua pasti lebih jauh," katanya.

Supandi sendiri sebagai salah seorang tim 11 mempunyai ide, agar para pendemo ini diprioritaskan mendapatkan tambahan pagu.

"Kalau tambahan 6 kursi per rombel kelas, kalau dikalikan 8 kelas jadi 48 kursi satu sekolahan. Di Surabaya ada 63 sekolah SMPN, maka sudah 3.000 an orang yang bisa tercover. Yang protes ini tidak sampai 3.000 orang, mohon yang di sini dikasihkan biar tidak ricuh," katanya. (bid/dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.