KELANA KOTA

Usai Tembak Mati Pelaku Curanmor, Polisi Tangkap Tiga Pelaku Penadah

Laporan Anggi Widya Permani | Minggu, 23 Juni 2019 | 16:00 WIB
Ilustrasi.
suarasurabaya.net - Polisi terus mengembangkan kasus pencurian motor yang sempat terjadi di Barata Jaya, pada Jumat (21/6/2019) lalu. Usai menembak mati pelaku pencurian, polisi kembali mengamankan tiga orang yang berperan sebagai penadahnya.

Iptu Bima Sakti Kanit Resmob Polrestabes Surabaya mengatakan, ketiga pelaku diringkus petugas saat melewati Jembatan Suramadu. Mirisnya, dua pelaku di antaranya masih berstatus sebagai pelajar yaitu berinisial AM (14) dan AF (17).

"Pelaku lainnya adalah Mosleh (40) warga Sampang. Ketiganya ini membeli barang curian dari pelaku Dul yang kami tembak mati kemarin," kata Bima, Minggu (23/6/2019).

Dari ketiga pelaku, kata dia, polisi mengamankan tiga unit sepeda motor. Di antaranya, Honda Beat warna merah putih bernopol L 4552 ZU, Honda Scoopy warna abu-abu gelap bernopol L 5999 MU, dan Honda Beat warna merah putih bernopol L 2545 SD.


Kasus pencurian motor ini akan terus dikembangkan. Sebab, tidak menutup kemungkinan masih ada pelaku atau komplotan lainnya yang masih bebas berkeliaran.

Seperti diketahui, pelaku pencurian motor yang melancarkan aksinya pada Jumat (21/6/2019), di Jalan Barata Jaya, tidak beraksi sendirian. AKBP Leonardus Simarmata Wakapolrestabes Surabaya mengatakan, pelaku pencurian motor ada dua orang.

Satu di antaranya yakni pelaku berinisial S alias Dul ditembak mati oleh petugas karena berusaha melawan. Sedangkan satu pelaku lainnya melarikan diri.

"Sempat ditembak di kaki, tapi tetap bersikukuh melawan petugas dengan celurit. Petugas akhirnya kembali mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak dada kirinya sebanyak dua kali. Tembakan itu menyebabkan pelaku meninggal dunia," kata dia. (ang/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.