KELANA KOTA

Pasca Pelemparan Diduga Bom Molotov, Siskamling di Pakis Wetan Digiatkan

Laporan Anggi Widya Permani | Minggu, 23 Juni 2019 | 21:06 WIB
Rumah milik Bambang Puguh Mulyanto warga Pakis Wetan Kecamatan Sawahan menjadi sasaran pelemparan diduga bom molotov oleh orang tak dikenal, Jumat (21/6/2019), sekitar pukul 22.20 WIB. Foto: Istimewa.
suarasurabaya.net - Gerakan siskamling di wilayah Pakis Wetan semakin digencarkan, pasca pelemparan diduga bom molotov yang menimpa salah satu rumah warga, pada Jumat (21/6/2019) lalu. Ini disampaikan Hendar Simbolon Ketua RT 13 kepada awak media, Minggu (23/6/2019).

Dia mengatakan, siskamling ini dilakukan mulai pukul 21.00-04.00 WIB dengan menyebarkan beberapa orang di berbagai titik. Selain keliling untuk memastikan keamanan, akses masuk ke Pakis Wetan juga menjadi konsentrasi pada kegiatan siskamling ini.

"Jadi orang-orang itu disebar ke beberapa titik. Terutama di akses masuk yang dari samping, akses masuk dari atas, dan bawah itu dijaga. Ini untuk 1-2 minggu ke depan lah, hingga kondisinya di sini kembali tenang," kata Hendar.

Tidak hanya di wilayahnya, Hendar mengungkapkan kegiatan pengamanan ini sudah ia koordinasikan dengan antar RT/RW. Dalam hal ini, personel kepolisian juga turut dilibatkan untuk melakukan penjagaan di beberapa titik.


"Kami sudah koordinasikan ini ke antar wilayah, untuk meminta bantuan penjagaan di akses masuk. Karena ada akses masuk yang bukan termasuk wilayah kami. Jadi kalau saya katakan, wilayah Pakis ini sedang waspada. Kami juga dibackup sama kepolisian yang disebar ke beberapa titik," kata dia.

Hendar mengaku, saat ini warganya masih dalam rasa trauma dan resah atas kejadian tersebut. Dia pun berharap, pihak kepolisian bisa secepatnya mengungkap pelaku pelemparan dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

"Karena kejadian ini random (acak, red), bisa terjadi ke siapa saja. Seandainya bisa terungkap kasus ini dan pelakunya siapa, mungkin bisa membantu menenangkan warga," kata dia.

Sementara itu Atimah pemilik rumah yang menjadi sasaran pelemparan diduga bom molotov, mengaku masih trauma. Sebab saat peristiwa itu terjadi, dirinya melihat secara langsung. Di mana botol dengan kobaran api itu jatuh di depannya.

Tak hanya sekali, ledakan botol berisi minyak tanah itu terjadi dua kali di rumahnya. Pertama, ledakan terjadi sekitar pukul 22.20 WIB saat dirinya tengah menonton televisi. Kedua, itu kembali terjadi sekitar pukul 02.30 WIB saat dirinya hendak tidur.

"Kejadian pertama itu saya kaget, kok ada botol terus api tiba-tiba jatuh ke ruang tamu. Saya posisi sama suami sedang nonton tv. Api itu membakar gorden dan saya langsung memadamkannya. Terus lapor ke RT, terus banyak polisi yang ke sini," kata Atimah.

"Polisi selesai olah TKP, suami saya dibawa ke Polsek untuk dimintai keterangan. Semua warga dan polisi sudah pulang. Terus saya mau tidur, tiba-tiba dengar ledakan lagi. Saya lihat di plafon ada warna merah menyala-nyala. Langsung saya keluar rumah lapor ke RT," jelasnya.

Atimah mengaku, sejauh ini dirinya tidak mempunyai masalah dengan siapapun. Bahkan dia juga tidak menaruh curiga kepada siapa pun, dan menyerahkan kasus ini sepenuhnya ke pihak kepolisian. (ang/tin/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.