KELANA KOTA

SBMPTN Ditutup, 14.165 Pendaftar Pilih ITS

Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 26 Juni 2019 | 17:12 WIB
Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT., Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS. Foto: Humas ITS Surabaya
suarasurabaya.net - Setelah penutupan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 pada pukul 22.00 WIB, Senin (24/6/2019) malam, tercatat sekurangnya 14.165 pendaftar memilih masuk ke ITS Surabaya.

Para pendaftar yang telah memilih program studi (prodi) tinggal menunggu pengumuman hasil SBMPTN 2019 yang dijadwalkan diumumkan pada 9 Juli 2019 mendatang. Dan dari catatan panitia pendaftaran tercatat sekurangnya 14.165 pendaftar pilih ITS.

Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT., Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, menyampaikan bahwa dari data tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 34.446 pendaftar. "Bisa dikatakan penurunannya sekitar 58,9 persen," terang Adi.

Adi berpendapat bahwa penurunan ini terjadi karena terdapat perubahan kebijakan dalam SBMPTN tahun ini. Pasalnya, para pendaftar tahun ini dapat melihat lebih dulu hasil Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) yang telah mereka lakukan dan digunakan untuk mendaftar di SBMPTN yang sesuai dengan nilai mereka.


Adi juga beranggapan bahwa hanya pendaftar yang memiliki nilai UTBK tinggi saja yang berani mendaftarkan diri ke ITS.

Pasalnya, dengan melihat data rata-rata nilai SBMPTN tertinggi pendaftar yang diterima pada setiap perguruan tinggi tahun lalu, ITS menempati posisi ke 4 baik pada bidang sains dan teknologi (saintek) maupun sosial dan humoniora (soshum).

Sedangkan dengan melihat rekap data nilai UTBK pada tahun ini di Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), menunjukkan jumlah peserta yang memiliki nilai setiap mata ujian tinggi tidak begitu banyak. "Hal inilah yang menjadi salah satu faktor penurunan peminat ITS pada SBMPTN 2019 ini," tegas mantan Ketua LPPM ITS ini.

Jika melihat data asal provinsinya, lanjut Adi, para pendaftar yang memilih ITS terbanyak berasal dari Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Lebih dari setengah peminat ITS tahun ini berasal dari provinsi tersebut, yaitu sebanyak 7.195 pendaftar. Kemudian disusul dengan Provinsi Jawa Barat (Jabar) sebanyak 1.264 pendaftar dan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sebesar 1.013 pendaftar.

Lebih lanjut Adi menambahkan bahwa dari persebaran prodi di ITS, Teknik Informatika paling banyak dipilih oleh pendaftar yaitu sebesar 1.027 pendaftar. Kemudian disusul dengan Teknik Elektro sebanyak 660 pendaftar. Angka tersebut juga jauh di bawah pendaftar tahun lalu. "Sedangkan peminat paling sedikit pada Desain Interior sebanyak 218 pendaftar saja," pungkas Adi yang juga guru besar Teknik Elektro ITS tersebut, Rabu (26/6/2019).(tok/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.