KELANA KOTA

Hasil Giat Penyekatan, Polda Jatim: Tidak Ada Pemberangkatan Massa ke Jakarta

Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 27 Juni 2019 | 13:36 WIB
Giat penyekatan dilakukan, dengan mengecek seluruh kendaraan besar seperti bus di Jembatan Suramadu, Rabu (26/6/2019), sekitar pukul 23.00 WIB. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Kombes Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim mengatakan, kondisi Jatim sampai saat ini masih kondusif. Terutama menjelang sidang putusan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Terkait isu adanya pergerakan sejumlah massa Jatim ke Jakarta, dipastikan tidak benar. Sebelum pelaksanaan sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK), pihak kepolisian melakukan pemantauan di sejumlah titik.

Seperti yang dilakukan di Jembatan Suramadu, Rabu (26/6/2019), sekitar pukul 23.00 WIB. Giat penyekatan dilakukan, dengan mengecek seluruh kendaraan besar seperti bus. Hasilnya, tidak ada pergerakan massa atau rombongan yang berangkat seperti yang beredar di media sosial.

"Jadi isu yang pemberangkatan massa dengan 20 bus, itu tidak ada. Kami sudah melakukan sosialisasi dan kerja sama dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lain-lain untuk menolak pergerakan massa ke MK. Sampai pukul 12.30 WIB, situasi di MK dampak dari Jatim tidak ada," jelasnya.


Dia berharap, masyakarat turut berperan untuk menjaga kondusifitas di Jatim. Pihak kepolisian bersama TNI masih terus melakukan pengamanan di beberapa objek vital. Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang nantinya berkembang di MK.

"Harapan seluruh tokoh untuk menjaga kondusifitas. Lebih elegan kalau menyaksikan sidang ini lewat media atau televisi. Karena kan disiarkan langsung. Tapi sejauh ini aman, bahwa sampai sekarang TNI dan Polri akan mengantisipasi," pungkasnya. (ang/dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.