KELANA KOTA

BPBD dan Basarnas Masih Lakukan Pencarian Bocah Tenggelam di Sungai Brantas

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 06 Juli 2019 | 08:04 WIB
Ilustrasi. Grafis: suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, melakukan pencarian bocah yang diduga terhanyut di aliran Sungai Brantas, tepatnya di Desa Badal Pandean, Kabupaten Kediri dengan melibatkan Basarnas Trenggalek.

"Kami sudah menghubungi Basarnas dan mereka baru bisa besok (Sabtu, 6/7/2019) pagi datang. Ini juga sudah malam, jadi pencarian juga dilanjutkan besok," kata Randy Agata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Kediri di Kediri, Jumat (5/7/2019) malam.

Seorang bocah diduga terhanyut saat bermain di aliran Sungai Brantas tepatnya di Desa Badal Pandean, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Bocah tersebut bernama Muhamad Febrian Koironi (8), asal Dusun Badal Cikal, Desa Badal Pandean, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Randy mengatakan, awalnya bocah itu bermain air dengan tiga orang rekannya. Ibunda korban juga mengiyakan jika anaknya diajak bermain oleh teman-teman sebayanya tersebut.


Di saat itu, ibu korban hendak membantu ke rumah keluarga yang mempunyai hajat. Hingga sore hari saat ibu korban pulang ke rumah, anaknya ternyata tidak ada di rumah.

Ibu korban, kata Randy, sempat berusaha mencari di sekitar Sungai Brantas dan menanyakan kepada orang yang memancing di bantaran sungai, apakah melihat anak-anak yang bermain atau tidak, tetapi tidak ada yang melihat.

"Kemudian ibu korban mencari suaminya (ayah korban) yang saat itu masih bekerja. Ayah korban berusaha mencari di bantaran sungai, saat berada di bantaran sungai, bertemu ayah salah satu rekan korban, memberitahukan bahwa sepeda, baju dan sandal korban tertinggal di bantaran sungai," kata dia dilansir Antara.

Kemudian, lanjut Randy, ayah korban berusaha mencari di aliran sungai brantas dan selanjutnya melaporkan kejadian ke Polsek Ngadiluwih.

Warga awalnya sempat melakukan pencarian, namun belum ditemukan. Pencarian kembali dilanjutkan karena hari sudah terlalu malam.(ant/tin/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.