KELANA KOTA

Pengemudi Ojek Online Ditemukan Meninggal Sakit di Dalam Kamar Kos

Laporan Ika Suryani Syarief | Selasa, 09 Juli 2019 | 16:32 WIB
Tim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan olah TKP di dalam kamar pengemudi ojek online yang ditemukan meninggal dunia di rumah kos Jalan Raya Lontar Nomor 213, Sambikerep, Surabaya, Selasa (9/7/2019) siang. Foto: Polsek Lakarsantri via redaksi
suarasurabaya.net - Seorang pengemudi ojek online ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamar kosnya di Jalan Raya Lontar Nomor 213, Sambikerep, Surabaya, Selasa (9/7/2019) siang.

Korban adalah Stefan Mahesa Danuharja, usia 24 tahun, warga Jalan Oro-Oro Nomor 36, Kelurahan Pacarkeling, Tambaksari, Surabaya.

Kompol Dwi Heri Sukiswanto Kapolsek Lakarsantri mengatakan, korban diduga meninggal dunia karena sakit. Dari hasil olah TKP Tim Inafis Polrestabes Surabaya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Jenazah korban ditemukan oleh Sutarto, pemilik kos, sekitar pukul 12.00 WIB, karena mencium bau tidak sedap dari dalam kamar korban. Dia melihat jenazah korban dari jendela karena pintu kamar korban terkunci dari dalam," kata Dwi Heri melalui pesan teks kepada suarasurabaya.net.


Sutarto langsung menghubungi Rusdi Ketua RT setempat yang kemudian lapor ke Polsek Lakarsantri.

Menurut saksi, Suyanti, pemilik warung kopi di sebelah kos korban, pada hari Minggu tanggal 7 Juli 2019 sekira pukul 09.00 WIB, korban membeli segelas jahe hangat. Setelah itu korban tidak pernah keluar lagi dari kamar kosnya, sampai diketahui sudah keluar bau tidak sedap dari kamarnya.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang ada di dalam kamar korban ke Polsek Lakarsantri, yaitu sepeda motor Honda Beat bernopol L 2806 JC milik korban, beserta STNK-nya, HP, dompet dan buku tabungan BCA, Mandiri, CIMB Niaga yang semua atas nama korban, serta obat tolak linu.(iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.