KELANA KOTA

Polisi Tembak Mati Begal Sadis Lakarsantri

Laporan Agung Hari Baskoro | Rabu, 10 Juli 2019 | 18:47 WIB
Komisaris Besar Polisi Sandi Nugroho Kapolrestabes Surabaya saat menunjukkan bukti dan foto tersangka begal yang ditembak mati di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (10/7/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polrestabes Surabaya tembak mati seorang begal di daerah Lakarsantri, Surabaya pada Rabu (10/7/2019) siang. Pelaku yang dikenal sadis ini bernama Zianul Fanani (32), dia ditembak mati setelah melakukan perlawanan ketika akan ditangkap polisi.

Komisaris Besar Polisi Sandi Nugroho Kapolrestabes Surabaya mengatakan, Fanani adalah pelaku spesialis jambret yang telah beberapa kali melakukan penjambretan di wilayah Surabaya.

"Pelaku punya kelompok. Mereka hunting di jalan. Tidak melihat apakah itu perempuan, tua atau muda, pokoknya langsung ditarik tasnya. Yang jelas kalau korbannya melawan dia tidak segan melukai dengan senjata tajam. Sekalipun korban yang ditarik itu terbentur aspal, dia tidak peduli," ujar Kombes Pol Sandi pada Rabu (10/7/2019).

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menemukan puluhan kartu ATM, tas, buku tabungan, dan jam tangan hasil dari kehajatan pelaku selama ini.


Sebelumnya, polisi sempat melontarkan tembakan ke udara sebanyak dua kali. Namun, pelaku malah menyabetkan senjata tajam pada petugas.

"Sangat disayangkan, ketika ingin ditangkap, melawan petugas sehingga kami tindak tegas sebagai bukti, apa yang sudah disampaikan diawal, pelaku kejahatan di Surabaya untuk tidak melakukan kejahatan di kota Surabaya," tegasnya.

Kombes Pol Sandi menyebut, akan terus melakukan tindakan tegas bagi para pelaku kejahatan yang beroperasi di Surabaya. Ia juga tidak segan untuk melakukan penembakan jika pelaku melakukan perlawanan saaat ditangkap oleh petugas. (bas/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.