KELANA KOTA

Bonek Bersenjata Tajam Ditangkap di Yogyakarta

Laporan Ika Suryani Syarief | Jumat, 12 Juli 2019 | 20:43 WIB
Kepolisian Resor Kota Yogyakarta mengamankan puluhan suporter Persebaya Surabaya yang dikenal sebagai "Bonek Mania" di Mapolresta Yogyakarta, Jumat (12/7/2019). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Kepolisian Resor Kota Yogyakarta mengamankan puluhan suporter Persebaya Surabaya yang dikenal sebagai "Bonek Mania" di Yogyakarta, Jumat (12/7/2019), karena meresahkan masyarakat dan sebagian di antaranya dikatehui membawa senjata tajam.

"Kami razia bawa ke kantor ternyata setelah diperiksa tasnya ada yang ditemukan (membawa) pisau, cutter, ikat pinggang dengan kepala ikat pinggang besi, ada baju bonek yang tulisannya sifatnya provokatif," kata Kombes Pol. Armaini Kapolresta Yogyakarta di Yogyakarta, seperti dilansir Antara.

Menurut Armaini, puluhan pendukung klub sepak bola berjuluk "Green Force" itu diamankan di beberapa titik di Kota Yogyakarta. Mereka diketahui telah berada di Kota Gudeg sejak 3 hari yang lalu untuk mendukung tim kesayangannya yang akan berlaga melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (13/7/2019).

Menurut dia, kebanyakan anggota Bonek Mania yang diamankan datang ke Yogyakarta tanpa membawa bekal yang cukup. Sebagian mereka mengamen untuk memenuhi kebutuhannya.


"Ya, ada beberapa titik tadi. Awalnya kan ini informasi masyarakat yang resah melihat ini. Mereka sudah 3 hari berada di Yogyakarta terus tidurnya di bawah-bawah jembatan," katanya.

Setelah diberikan pembinaan di Polresta Yogyakarta, menurut Armaini, para anggota Bonek akan dipulangkan karena berpotensi meresahkan masyarakat. Sedangkan sebagian yang diketahui membawa senjata tajam akan tetap diproses hukum.

"Yang dibawa kemari ada 30 orang. Yang terbukti membawa senjata tajam, ya, tetap diproses, sedangkan yang tidak terbukti dinasihati, kemudian dipulangkan," kata Armaini.

Sepanjang datang dengan niat baik, baginya tidak masalah para suporter datang ke Yogyakarta.

"Sepanjang datang dengan niat baik, sih, no problem. Akan tetapi, kalau datang ditanya naik apa, mereka naik truk. Mereka enggak punya uang banyak yang punya uang hanya beberapa. Paling banyak Rp13 ribu," katanya.(ant/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.