KELANA KOTA

Misteri Galangan Kapal di Tengah Hutan Papua

Laporan Ika Suryani Syarief | Jumat, 12 Juli 2019 | 21:38 WIB
Lokasi galangan kapal di Siriwo, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua, yang kini ditutupi oleh pagar seng. Foto: Antara
suarasurabaya.net - John NR Gobay, legislator Papua, menyoroti adanya galangan kapal berada di tengah hutan Kabupaten Nabire yang sedang viral di media sosial.

"Untuk apa ada galangan kapal di tengah hutan di Siriwo, Kabupaten Nabire," katanya di Kota Jayapura, Papua, Jumat.

Menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dari jalur pengangkatan kursi Otsus itu, galangan kapal tersebut berada di Siriwo tepatnya di KM 102, tak jauh dari KM 100 yang menjadi tempat persinggahan angkutan antarkabupaten.

"Pembuatan kapal itu harus memperoleh izin dari instansi terkait. Tempat pembuatan kapal lazimnya atau seharusnya di dekat laut atau pelabuhan serta mempunyai izin lisensi pembuatan kapal," katanya.


Adanya galangan kapal raksasa di pesisir Kali Siriwo, kata dia, bisa diduga adanya aktivitas penambangan ilegal atau menyedot emas dari alam sekitar terutama dari dalam Kali Siriwo.

"Saya dengar ada kapal raksasa yang dibuat dan siapa sebenarnya pemiliknya? Untuk itu, kami meminta kepada penegak hukum yang ada di Kabupaten Nabire jangan hanya melihat sebelah mata, tetapi segera mengambil tindakkan untuk mengecek seluruh dokumen perusahaan," katanya kepada Antara.

John meminta agar keberadaan galangan kapal mempunyai izin. Jika tidak memperoleh izin maka harus segera dibongkar dan tidak boleh ada di bantaran Kali Siriwo serta tidak boleh beroperasi untuk mengambil kekayaan alam di dasar Kali Siriwo.

"Saya meminta kepada Gubernur Papua agar segera melakukan evaluasi perizinan tambang di Papua, kepada Kapolda Papua segera membentuk tim untuk turun ke lapangan dan menangkap oknum atau pelaku jika tidak dapat menunjukkan izin yang lengkap," katanya.(ant/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.