KELANA KOTA

Semnas Transportasi, Petakan Minimnya SDM Bidang Transportasi

Laporan J. Totok Sumarno | Senin, 15 Juli 2019 | 11:47 WIB
Seminar nasional bidang transportasi digelar Universitas Narotama Surabaya. Foto: Humas Universitas Narotama Surabaya
suarasurabaya.net - Minimnya sumber daya manusia (SDM) di bidang transportasi menjadi topik serta kajian utama pada pelaksanaan seminar nasional (semnas) yang digelar oleh LPPM dan Magister Teknik Sipil Universitas Narotama (Unnar) Surabaya.

Seminar bertema: Era Revolusi Industri 4.0: Inovasi Penelitian dalam Menunjang Kompetensi SDM Industri Infrastruktur itu, menekankan bagaimana pemikiran dan inovasi akademisi, praktisi, operator, maupun birokrat melihat potensi yang harus dikembangkan di bidang transportasi.

Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, M.T., IPU, Ketua Presidium Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), mengatakan seminar ini utamanya adalah untuk mendukung kompetensi SDM di bidang transportasi dan memetakannya.

"Ke depan nanti SDM untuk bidang transportasi di semua lini inginnya harus dipetakan. Tentunya itu tidak bisa terlepas dari peran Perguruan Tinggi, termasuk Universitas Narotama Surabaya yang wajib memiliki partisipasi aktif," terang Agus Taufik Mulyono.


Sejumlah tantangan memang harus dihadapi oleh infrastruktur Indonesia. Seperti misalnya, pelabuhan nasional yang ditantang untuk bersaing dengan negara-negara tetangga, dan bandara yang harus cepat diperbanyak demi mendukung konektivitas Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

"Tetapi jalan darat yaitu perkeretaapian dan jalan tol juga tidak bisa ditinggalkan untuk mempercepat konektivitas wilayah dan mencapai target travel time 2,2 jam per 100 km tersebut," tambah Agus.

Saat ini Indonesia sudah ada di travel time 2,3 jam per 100 km yang terbantu sekali dengan adanya jalan tol yang telah dibangun dibanyak provinsi di Indonesia.

"Tetapi secara keseluruhan jumlahnya masih di bawah 20 persen yang menggunakan jalan tol. Padahal tarif tol Indonesia paling murah dibandingkan tarif di sejumlah negara lain yang ada. Tapi kita tidak bisa memaksa kendaraan terutama angkutan berat untuk lewat dan menggunakan jalan tol," papar Agus.

Sayangnya, lanjut Agus yang juga Kepala Pustral UGM itu, saat ini SDM masih sangat kurang. Satu diantara penyebabnya, sarjana yang lulus tidak banyak mendapatkan ilmu terapan, melainkan hanya ilmu akademik kampus dan tekanan untuk cepat lulus. "Maka dari itu jelas harapannya ke depan sekolah terapan harus dibuat," ujar Agus.

Pria yang akrab disapa ATM itu juga bertindak sebagai satu diantara pembicara dalam seminar nasional kali ini bersama pembicara lain yang memiliki latar belakang beragam. Dari mulai akademisi, praktisi, operator, dan birokrat.

Di bagian akhir, Agus menegaskan bahwa seminar yang digelar rutin ini juga bagian dari rapat tahunan dari forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT).

"Seminar ini adalah bagian kegiatan rutin Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT) yang sudah berdiri sejak 1998. Kegiatan ini menjadi bagian kegiatan rutin yaitu rapat tengah tahunan yang tahun ini tuan rumahnya adalah Universitas Narotama," pungkas Agus, SAenin (15/7/2019).(tok/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.