KELANA KOTA

Polda Jatim: Dalam Sebulan Ada 400-500 Kasus Curanmor dan Curas di Jatim

Laporan Dwi Yuli Handayani | Senin, 15 Juli 2019 | 13:52 WIB
Kombes Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jawa Timur. Foto: Purnama tim Grafis suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Dalam kurun waktu sebulan sebanyak 400-500 kasus pencurian kendaraan bermotor terjadi di Jawa Timur.

"Dengan jumlah yang seperti ini apakah akan dibiarkan saja? Kalau diungkap kebanyakan jawabnya nggak tahu," kata Kombes Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jawa Timur.

Salah satu yang terkenal, kata Barung, di Polres Lumajang yakni motor bodong. "Ternyata banyak sekali motor bodong ini yang dilempar ke luar wilayah Surabaya seperti Madura, Lumajang dan lainnya," kata Barung saat berkunjung ke Suara Surabaya.

Sampai tadi pagi, kata Barung, masih ada pengaduang di Polda Jatim terkait pencurian kendaraan bermotor atau kejahatan jalanan yang dialami masyarakat.


"Ini sebagai upaya kami untuk mempertanggungjawabkan operasionalisasi kepolisian dalam menumpas kejahatan jalanan. Satu hari saja ada sampai 4-5 kejadian kejahatan jalanan di Surabaya . Belum lagi yang di wilayah lain," ujarnya.

Apalagi, kata Barung, saat ini pelaku pencurian dengan kekerasan tidak lagi hanya menyasar hal-hal yang spesifikasi. "Jadi pelaku ini obyeknya sembarang saat melakukan tindak kejahatan, yang penting ada kesempatan," katanya.

Namun dengan meningkatkan kejadian kejahatan di Jawa Timur, kata Barung, Polda Jatim juga melakukan tindakan tegas. "Dalam waktu dekat ini sudah ada tujuh orang pelaku kejahatan yang kita tangkap dan semuanya meninggal dunia. Ini karena pelaku sudah melakukan kejahatan di atas 10 lokasi. Dan yang kita tindak tegas hingga akhirnya meninggal ini pelaku yang mencoba melarikan diri saat ditangkap, melawan petugas, tidak kooperatif dan membahayakan petugas," katanya.

Selain kejahatan jalanan, kata Barung, pihaknya juga konsentrasi untuk melawan peredaran narkoba yang menyasar generasi muda. Di Polrestabes Surabaya sendiri sudah ada lima pelaku kasus narkoba yang ditembak karena sudah meresahkan generasi muda.

"Kita ingin buktikan pada masyarakat Jatim kalau kita berupaya terus menumpas kejahatan. Kita ingin angka kejahatan terus menurun. Tapi tanpa bantuan dan partisipasi masyarakat upaya ini tidak akan terlaksana dengan baik," pungkasnya. (dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.