KELANA KOTA

Terima 763 Mahasiswa Bidikmisi Jalur SNMPTN dan SBMPTN, Ini Pesan Rektor Unair

Laporan Ika Suryani Syarief | Senin, 15 Juli 2019 | 22:25 WIB
Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., M.T., Ak., CMA Rektor Universitas Airlangga saat menerima mahasiswa baru calon penerima Bidikmisi jalur SNMPTN dan SBMPTN tahun 2019 pada Senin (15/7/2019) di Aula Garuda Mukti Kampus C. Foto: Unair
suarasurabaya.net - Universitas Airlangga (Unair) menggelar Penyambutan Mahasiswa Baru Calon Penerima Bidikmisi Jalur SNMPTN dan SBMPTN tahun 2019 pada Senin (15/7/2019) di Aula Garuda Mukti Kampus C.

Ada ratusan mahasiswa baru calon penerima bidikmisi bersama orang tua menghadiri acara tersebut. Tahun ini Unair menerima 763 mahasiswa baru penerima bidikmisi.

Dalam kesempatan itu, dihadiri langsung oleh Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., M.T., Ak., CMA Rektor Universitas Airlangga, beserta jajaran pimpinan universitas. Prof Nasih menyampaikan bahwa mahasiswa bidikmisi menerima bantuan pendidikan sebesar Rp650.000 per bulan. Tentu hal ini akan sangat berbahaya untuk keberlangsungan hidup mahasiswa selama kuliah.

"Dengan bantuan dana Rp650.000 per bulan sudah dirasa cukup untuk hidup di Surabaya, asalkan tidak neko-neko," tandasnya.


Prof Nasih, lanjutnya, dalam satu tahun pertama Unair akan melakukan evaluasi berkenaan dengan indeks prestasi (IP) minimal 1. Namun apabila IP tersebut tidak memenuhi target maka yang bersangkutan akan dicabut status kemahasiswaannya. Selain itu dalam dua tahun pertama mahasiswa diwajibkan untuk lulus 40 sks.

"Bagi putra-putrinya yang bisa lulus 3,5 tahun, Unair menyediakan program fast track dengan melanjutkan S2 secara langsung," ujarnya.

Kerjasamanya dari orang tua juga dibutuhkan. UNAIR akan menyediakan pendidikan yang dengan seoptimal mungkin tanpa diskriminasi. Selain itu, keterbatasan mahasiswa dalam segala hal akan mendorong mereka untuk berjuang lebih keras lagi.

"Insyaallah putra putri Bapak/Ibu akan dididik sewajarnya, tanpa diskriminasi. Ada waktunya tanduran ada waktunya memanen," tambahnya.

Sementara itu, Agung Tri Putra selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unair menyampaikan, dari sekian ribu mahasiswa, mereka merupakan salah satu dari sekian banyak mahasiswa yang beruntung diterima di UNAIR. Orang tua tidak perlu khawatir dunia mahasiswa berbeda dengan dunia di sekolah. Banyak wadah untuk mengimplementasikan diri.

"Ada AUBMO, BEM Unair, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan masih banyak lagi," ujarnya.

Namun, untuk menjadi lulusan terbaik, tidak cukup hanya memiliki nilai IPK tinggi, akan tetapi soft skill juga tidak kalah penting. Selain berorganisasi, mahasiswa juga harus bisa berprestasi. Persaingan kita sudah mendunia, World Class University.

"Mohon didukung putra putrinya untuk tidak dibatasi. IPK harus bagus, ditunjang dengan berorganisasi juga berprestasi," pungkasnya. (iss)




Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.