KELANA KOTA

Polda Jatim: Jangan Remehkan Pemakaian Helm

Laporan Agustina Suminar | Selasa, 16 Juli 2019 | 10:06 WIB
Ilustrasi. Para pemudik Lebaran 2017 yang menggunakan kendaraan roda dua saat melintasi Jembatan Suramadu. Foto: Dok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kecelakaan lalu lintas yang sebagian besar didominasi sepeda motor membuat pemakaian helm menjadi hal yang tidak boleh diremehkan. Masyarakat harus memahami cara memakai helm yang aman dalam berkendara.

AKBP Muhammad Aldian Wadir Lantas Polda Jatim mengatakan, masih banyak masyarakat yang belum mengerti tentang pentingnya penggunaan helm. Salah satunya seperti jenis-jenis helm di setiap kendaraan yang juga berbeda-beda.

"Seperti contoh motor trail tapi pakai helm proyek, kalau helm proyek cuma untuk melindungi material di gedung," kata AKBP Aldian pada Radio Suara Surabaya, Selasa (16/7/2019) .

Saat pengendara mengendarai motor trail, maka helm yang dipakai ada helm full face. Sedangkan jika mengendarai motor roda dua yang biasa di jalan cukup menggunakan helm ber-SNI. Hal ini, lanjut AKBP Aldian, penting dipahami masyarakat karena sebagian besar kecelakaan motor menyebabkan trauma kepala.


"Sepeda motor yang paling banyak menyebabkan trauma kepala, karena banyak helm yang terlepas saat kepala mengalami benturan" katanya.

Ia mengatakan, dari banyak kejadian kecelakaan motor, meski korban telah menggunakan helm, namun banyak yang terlepas. Ini dikarenakan masyarakat banyak yang masih meremehkan memakai helm dengan tidak di-klik.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat khususnya yang mengendarai sepeda motor untuk memakai helm berstandar atau ber-SNI. Setelah itu, jangan lupa untuk selalu di klik karena selalu ada kemungkinan terkena benturan di jalan saat berkendara.(tin/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.