KELANA KOTA

Lanjutkan Frontage Road, 6 Rumah di Wonokromo Dibongkar

Laporan J. Totok Sumarno | Selasa, 16 Juli 2019 | 15:10 WIB
Dua unit backhoe berbeda ukuran membongkar bangunan diatas tanah PT KAI Daops 8 Surabaya. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sedikitnya 6 rumah warga di kawasan Wonokromo, Selasa (16/7/2019) dibongkar dalam rangka melanjutkan pembangunan frontage road sisi barat.

Ke 6 rumah yang berada diatas tanah milik PT KAI Daops 8 Surabaya tersebut sebelumnya dilakukan pengosongan agar pelaksanaan pembongkaran dapat berjalan dengan tanpa kendala.

2 unit backhoe berbeda ukuran sejak sekitar pukul 09.00 terus melakukan pekerjaannya merobohkan tembok-tembok rumah dikawasan Jl. Wonokromo tersebut. Beberapa pekerja memberikan aba-aba titik-titik lokasi mana saja yang perlu dirobohkan.

Suprapto Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan bahwa pembongkaran dilaksanakan karena kebutuhan untuk pembangunan proyek pemerintah dalam hal ini kelanjutan pengerjaan frontage road sisi barat Jl. Ahmad Yani, Surabaya.


"Pembongkaran kami lakukan bersama-sama dengan Pemerintah Kota Surabaya, sebagai bagian keperluan melanjutkan pembangunan frontage road sisi barat Jl. Ahmad Yani yang memang belum rampung. Pembongkaran ini untuk kelanjutan pengerjaan frontage road tersebut," terang Suprapto.

Puluhan anggota Polsuska, Polisi, TNI dan anggota Satpol PP dan Linmas mengamankan proses pembongkaran bangunan-bangunan yang ditempati puluhan warga masyarakat sejak beberapa tahun lalu itu.

Sekurangnya 3 truk dipersiapkan oleh PT KAI Daops 8 Surabaya bersama Pemkot Surabaya untuk mengangkut barang-barang milik warga yang rumahnya Selasa (16/7/2019) ini dibongkar oleh pekerja.

Untuk sementara, setelah dilakukan pengosongan bangunan rumah, barang-barang rumah tangga ditempatkan di gang-gang dan halaman rumah warga masyarakat sekitar sambil menunggu truk pengangkut.

Arus lalu lintas di sekitar kawasan Jl. Wonokromo menuju tengah kota Surabaya saat dilaksanakan pembongkaran bangunan dan pengangkutan sisa-sisa barang rumah tangga mengalami kepadatan karena pengguna kendaraan menengok melihat pembongkaran dan berjalan perlahan.(tok)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.