KELANA KOTA

KAI Siapkan Uang Ganti Bongkar untuk Penghuni Rumah Dinas di Wonokromo

Laporan Denza Perdana | Selasa, 16 Juli 2019 | 17:35 WIB
Suprapto Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Suprapto Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya mengatakan, perusahaan kereta itu sudah menyiapkan uang ganti bongkar untuk warga penghuni enam rumah dinas di Jalan Wonokromo, yang dirobohkan pada Selasa (16/7/2019).

PT KAI, menurut Suprapto, sudah menyediakan uang ganti bongkar untuk warga terdampak. Ada uang ganti senilai Rp250 ribu per meter persegi untuk warga yang menempati bangunan rumah dinas.

Selain itu, PT KAI juga menyiapkan uang ganti bongkar bagi warga yang menempati bangunan semi permanen di luar bangunan rumah dinas, yang nilainya Rp200 ribu.

Warga terdampak, kata dia, sudah bisa mengambil uang ganti bongkar itu di kantor PT KAI Daop 8, yang lokasinya bersebelahan dengan Stasiun Gubeng Baru Surabaya. Dia berharap warga memaklumi.


"Hasil penertiban ini akan digunakan untuk pelebaran frontage road Wonokromo. Kami berharap, warga terdampak memaklumi. Ini aset negara yang akan digunakan untuk kepentingan umum," ujarnya.

Berkaitan status hukum antara PT KAI dengan warga penghuni rumah dinas itu, Suprapto menjelaskan, pembongkaran ini dilakukan setelah sudah tidak ada lagi ikatan kontrak sewa dengan PT KAI.

"Kami sudah melakukan sosialisasi, peringatan tersurat sudah sampai tiga kali. Dalam tahap sosialisasi itu, kami juga sudah menawarkan uang ganti bongkar itu kepada penghuni," katanya.

Tomi Ardiyanto Camat Wonokromo menjelaskan, sepanjang lahan yang akan digunakan pelebaran Frontage Road (FR) Wonokromo sisi barat statusnya memang dimiliki tiga pihak.

"Tanah milik PDPS (Perusahaan Daerah Pasar Surabaya), tanah milik pribadi yang sudah dibayar oleh Pemkot Surabaya, dan tanah milik PT KAI. Nah, yang dibongkar hari ini milik PT KAI," ujarnya.

Tomi mengakui, warga penghuni rumah dinas PT KAI itu masih berupaya meminta kompensasi yang mereka anggap sebagai hak kepada PT KAI. Pemkot Surabaya tidak bisa melakukan intervensi.

"Secara otoritas, ini milik PT KAI. Pemerintah kota hanya ingin membantu, salah satunya menawarkan kepada warga menghuni Rusunawa. Tetapi sebagian tidak berkenan," katanya.

Tomi mengatakan, sebagian warga penghuni bangunan di sepanjang Jalan Wonokromo yang terdampak pelebaran FR sisi barat saat ini sudah tinggal di rumah susun sewa (Rusunawa) Keputih.

"Jadi sebelum dibongkar, rumah-rumah itu sudah kosong. Sebagian ada yang ke rumah saudaranya, ada juga yang pindah entah ke mana. Sebagian lagi pindah ke Rusun Keputih," katanya. (den/bas/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.