KELANA KOTA

Wisma Jerman Ajak Guru Bahasa Jerman di Jawa Timur, Lebih Pahami Bahasa Jerman

Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 17 Juli 2019 | 17:09 WIB
Saat seminar tentang Bahasa Jerman di Goethe Institut Surabaya dihadiri para guru Bahasa Jerman. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Ikatan Guru Bahasa Jerman Indonesia (IGBJI) cabang Jawa Timur bersama Wisma Jerman, gelar seminar membahas tentang Bahasa Jerman serta pernik studi langsung di Jerman di Goethe Institut Surabaya.

Dengan tema Deutsche Landeskunde (Pengetahuan tentang negara dan budaya bangsa Jerman), Weiterbildung und Leben in Deutschland (Melanjutkan kuliah dan hidup di Jerman), seminar mengundang 2 nara sumber.

Menghadirkan dua nara sumber, Maximilian Harnecker, BA, B.Sc, M.Sc, pimpinan Kebahasaan Wisma Jerman Surabaya, dan Alwien Parahita, B.Sc, M.Sc, Staf Bidang Pendidikan dan Kultur Kedutaan Indonesia di Berlin, Jerman.

Seminar dihadiri sekitar 50 peserta yang tidak lain adalah para guru pengajar Bahasa Jerman dari sejumlah sekolah di Surabaya dan Jawa Timur.


Menurut Dra.Tri Harum Nugrowati Ketua Ikatan Guru Bahasa Jerman Indonesia (IGBJI) Jawa Timur, seminar kali ini sangat bermanfaat sekaligus memberikan gambaran jelas bagaimana sebenarnya belajar bahasa Jerman sekaligus bagaimana menempuh pendidikan di Jerman.

"Informasi serta tips-tips yang disampaikan oleh staf bidang pendidikan dan kultur Kedutaan Indonesia di Berlin Jerman, misalnya sangat bermanfaat bagi kami dan masyarakat yang ingin mengenal dan belajar Bahasa Jerman. Atau bagi mereka yang ingin belajar langsung ke Jerman, seminar ini sangat penting," terang Tri Harum Nugrowati.

Informasi tersbeut, tambah Nugrowati sangat dibutuhkan bagi mahasiswa yang ingin mengetahui bagaimana kehidupan di Jerman, terutama untuk mahasiswa yang datang dari Indonesia yang akan melanjutkan kuliahnya S1, S2 bahkan yang akan menempuh S3 di Jerman.

Ditambahkan Maximillian Harnecker, BA, B.Sc, M.Sc, pimpinan Kebahasaan Wisma Jerman Surabaya, dari seminar yang memang ditujukan bagi guru Bahasa Jerman tersebut diharapkan memberikan pengetahuan serta wawasan baru dalam konteks pengajaran Bahasa Jerman di sekolah.

"Harapan kami para guru mendapatkan pengetahuan baru tentang Landeskunde yang dapat diajarkan untuk siswa di sekolah masing-masing dengan memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang ada saat ini. Misalnya dengan aplikasi Kahot, siswa dapat belajar sambil bermain. Tentunya ini sangat menarik bila disampaikan pada para siswa," papar Maximillian.

Sementara itu, disampaikan Sekunda Endah Kaloka pengajar Bahasa Jerman di SMAN 15 Surabaya yang juga menjadi peserta seminar, bahwa seminar kali ini memberikan manfaat bagi guru pengajar terkait Bahasa Jerman karena disampaikan langsung staf KBRI di Jerman.

"Seminar ini sangat bagus. Memberikan pemahaman baru tentang Bahasa Jerman. Lebih dari itu, karena informasi ini disampaikan langsung oleh staf KBRI di Jerman, menjadi lebih menarik karena beliau langsung menyampaikan pengalaman selama tinggal di Jerman," tegas Sekunda, Rabu (17/7/2019).(tok/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.