KELANA KOTA

Meski Kekeringan, Padi di Jatim Surplus 3,2 Juta Ton Sampai Akhir 2019

Laporan Denza Perdana | Rabu, 17 Juli 2019 | 17:40 WIB
Ilustrasi
suarasurabaya.net - Hadi Sulistyo Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur memastikan, produksi padi di Jawa Timur hingga akhir 2019 mendatang masih surplus 3,2 juta ton meski sejumlah daerah mengalami kekeringan.

Kemarau panjang di Jawa Timur pada 2019 yang diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus mendatang mengakibatkan sejumlah daerah di Jawa Timur mengalami kekeringan.

Dari total 1,8 juta hektare lahan sawah yang berproduksi di Jawa Timur, 1,35 persen di antaranya terdampak kekeringan. Sedangkan lahan yang mengalami puso (gagal panen) hanya sekitar 0,05 persen dari total jumlah lahan.

"Jadi, saya harap masyarakat tidak perlu khawatir. Produksi padi kita, sampai Desember nanti, masih surplus 3,2 juta ton. Masih cukup untuk untuk konsumsi kita sendiri dan 15 provinsi di luar jawa timur," ujarnya Rabu (17/7/2019).


Dinas Pertanian mencatat, sampai saat ini ada tiga kabupaten di Jawa Timur yang terkategori rawan, yakni memiliki luasan lahan sawah cukup banyak terdampak kekeringan dan puso. Antara lain Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, dan Pacitan.

Namun, sampai sejauh ini belum ada permintaan bantuan baik dari tiga kabupaten rawan itu maupun dari kabupaten lain di Jawa Timur ke Pemerintah Provinsi.

"Kalau ada kami tindak lanjuti dengan bantuan benih dan beras kepada petani. Sejauh ini tidak ada, berarti sudah bisa diatasi oleh kabupaten masing-masing," katanya.(den/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.