KELANA KOTA

PLTSa di TPA Benowo akan Hasilkan Listrik 11 Megawatt

Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 18 Juli 2019 | 10:03 WIB
Ilustrasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama PT PLN Persero Unit Distribusi Jawa Timur saat penanaman pohon di area buffer zone Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo pada Minggu (25/11/2018). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya menyatakan, progres Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang dibangun di TPA Benowo sudah 90 persen.

Risma juga telah melaporkan ke Joko Widodo Presiden pada saat Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Negara beberapa waktu lalu.

Menurut Risma, di bulan Juli ini tengah dikebut proses adendum kontrak antara PT Sumber Organik (PT. SO) dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mewujutkan PLTSa. Dalam rapat terbatas, kata Risma, Presiden telah memerintahkan PLN untuk segera menuntaskan PLTSa agar bulan November bisa segera diresmikan dan menghasilkan listrik lebih besar dari sebelumnya.

"Pak Presiden sudah memerintahkan agar PLN segera memprosesnya. Dari PLN bilang, mudah-mudahan bulan Juli kelar, sehingga November sudah diresmikan," ujar Risma di Balai Kota, Kamis (18/7/2019).


Risma mengatakan, di TPA Benowo selama ini telah menghasilkan listrik 2 megawatt. Setelah PLTSa diwujudkan, nantinya akan menghasilkan listrik 11 megawatt.

Eri Cahyadi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Keberaihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) mengatakan, untuk mendatangkan alat di PLTSa, memang harus ada penandatanganan kontrak antara PLN dan PT. SO. Sehingga diharapkan Juli ini bisa dilaksanakan dan selanjutnya pemasangan alat sekaligus uji coba.

"Sebenarnya tinggal pemasangan alat selanjutnya uji coba. Setelah nanti bisa menghasilkan listrik 11 megawatt, maka akan diresmikan pada November nanti bersama kota lain seperti Solo, Bekasi, dan Jakarta," katanya. (bid/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.