KELANA KOTA

BNPB Percepat Penanganan Dampak Gempa Halmahera Selatan

Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 18 Juli 2019 | 10:41 WIB
Seorang warga mencari barang di sebuah rumah yang rusak akibat gempa di Desa Yomen, Kepulauan Joronga, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (16/7/2019). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan bantuan logistik dan mengerahkan personel untuk mempercepat upaya penanganan dampak gempa bumi di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Agus Wibowo Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB dalam siaran pers lembaga yang diterima di Jakarta, Kamis (18/7/2019) mengatakan bahwa pengiriman bantuan logistik dan peralatan pendukung penanganan dampak bencana dari Ternate menuju Sofifi kemudian Saketa dilakukan menggunakan helikopter Mi-8.

"Upaya penanganan selama masa tanggap darurat di bawah kendali pos komando. Pos komando utama berada di Labuha, ibu kota Kabupaten Halmahera Selatan, dan pos komando lapangan berada di Saketa," katanya, seperti dilansir Antara.

Tim Reaksi Cepat BNPB melaporkan bahwa kendala dalam penanganan darurat adalah keterbatasan ketersediaan bahan bakar minyak, gangguan akses dan jaringan komunikasi di beberapa desa, keterbatasan tenaga medis dan penanganan trauma, serta keterbatasan alat angkut untuk penyaluran bantuan.


"Kebutuhan mendesak selama keadaan darurat antara lain terpal, selimut, tikar, air minum, makanan siap saji, dan kebutuhan anak-anak," Agus menjelaskan.

BNPB sudah menyalurkan bantuan berupa 130 paket perlengkapan sekolah, 30 matras, 20 tikar, 75 paket sandang, 25 paket perlengkapan keluarga, 40 selimut, dan 20 tenda gulung menggunakan helikopter.

Bantuan lain yang disalurkan menggunakan helikopter yakni 204 paket lauk pauk, 114 paket makanan siap saji, 120 paket makanan tambahan gizi, 30 paket perlengkapan bayi, 20 paket perlengkapan kebersihan keluarga, 30 paket keperluan rekreasional, 29 sarung orang dewasa, dan 250 karung.

Pada 14 Juli pukul 16.1 WIB, Kabupaten Halmahera Selatan diguncang gempa dengan magnitudo 7,2 yang berpusat pada kedalaman 10 kilometer di 62 kilometer Timur Laut Labuha. Gempa itu diikuti dengan puluhan gempa susulan.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan telah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari mulai dari 15 Juli sampai Minggu (21/7/2019).

"Kamis pagi ini, Kepala BNPB Doni Monardo menuju ke Ternate dan selanjutnya menuju ke lokasi terdampak menggunakan helikopter," kata Agus. (ant/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.