KELANA KOTA

Laporan TGPF Jadi Tantangan Kapolri, Apa Ada 'Tembok Besar' Dibalik Kasus Novel

Laporan Muchlis Fadjarudin | Sabtu, 20 Juli 2019 | 13:53 WIB
Nasir Djamil anggota Komisi III DPR RI. Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Nasir Djamil anggota Komisi III DPR RI memberi apresiasi kepada Jenderal Tito Karnavian Kapolri yang telah berinisiatif membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan.

"Sebagai anggota Komisi III saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kapolri yang telah berinisiatif untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta terkait kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan seorang penyidik KPK," ujar Nasir kepada suarasurabaya.net, Sabtu (20/7/2019).

Tapi, kata Nasir, laporan yang berjumlah ribuan halaman tersebut tidak memberikan sebuah kepastian terkait siapa pelaku penyiraman air keras tersebut dan siapa dalang dibalik kejadian itu. Sehingga apa yang dihasilkan oleh TGPF itu kurang memuaskan.

"Karena itu, saya menilai sebenarnya polisi Indonesia itu hebat, dia bisa mengungkapkan kasus apa saja. Kasus-kasus yang besarpun bisa diungkap oleh Polri, apalagi kasus seperti yang dialami Novel Baswedan," kata dia.


Karena itu, menurut Nasir, menjadi pertanyaan publik mengapa kasus kekerasan yang dialami Novel Baswedan sampai saat ini tidak bisa diungkap oleh kepolisian RI. Padahal polisi Indonesia ini hebat karena bisa mengungkap kasus-kasus besar seperti terorisme, pembunuhan, serta kejahatan serius lainnya.

"Tetapi di kasus Novel Baswedan, polisi seolah-olah tumpul mencari pelakunya dan menangkap aktor dibalik kejadian itu," jelasnya.

Untuk itu, kata dia, ini tantangan bagi Kapolri untuk mengungkapnya, jangan-jangan memang ada 'tembok besar' yang tidak bisa dilewati atau yang tidak bisa dirobohkan sehingga apa yang dihasilkan oleh TGPF itu tidak seperti yang diharapkan.

Bahkan, kata Nasir, ada kecenderungan justru menyalahkan atau mempersoalkan Novel Baswedan yang dianggap melampaui kewenangan sehingga mengalami kejadian itu.

Sebagai anggota Komisi III atau Komisi hukum, Nasir berharap agar Kapolri memiliki komitmen dan konsistensi agar apa yang dihasilkan oleh TGPF bisa ditindaklanjuti secara serius, dan ini adalah oleh-oleh Jokowi Presiden lima tahun pertama ini. Karena Jokowi sering minta polisi mencari pelakunya.

Nasir menegaskan, Jokowi juga mengatakan kalau negara tidak boleh kalah dengan kejahatan.

"Sekali lagi, kalau bisa diungkap maka ini hadiah untuk Jokowi dari Kapolri," pungkas Nasir.(faz/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.