KELANA KOTA

Dinkes Jatim Ingatkan Masyarakat Biasakan PHBS Hindari Hepatitis A

Laporan Anggi Widya Permani | Sabtu, 20 Juli 2019 | 18:03 WIB
Kohar Hari Santoso Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur meninjau lokasi KLB Hepatitis A di Pacitan. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mengingatkan masyarakat membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk menghindari penyakit, terutama Hepatitis A yang sempat melanda sejumlah daerah di wilayah setempat.

"Semuanya wajib waspada dan intinya harus PHBS untuk mencegah Hepatitis A," kata dr Kohar Hari Santoso Kepala Dinas Kesehatan Jatim, dilansir Antara, Sabtu (20/7/2019).

Beberapa waktu lalu, kata dia, ratusan warga di sejumlah daerah di Jatim teridap virus Hepatitis A, terutama di Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Trenggalek.

Berdasarkan data di awal Juli 2019, saat itu jumlah penderitanya terbanyak di Pacitan, yaitu di Sudimoro 527 orang, Ngadirojo 176 orang, Sukorejo 82 orang, Tulakan 69 orang, Wonokarto 54 orang, Arjosari 33 orang, Bubakan 25 orang, Tegalombo lima orang dan Ketrowonojoyo empat orang.


Menurut dia, wabah hepatitis A di Pacitan disebutnya sejak Ramadhan lalu dan penularan terjadi melalui buah-buahan yang diduga terkontaminasi oleh orang yang sudah menderita sakit tersebut, namun saat ini fasenya sudah menurun.

Mantan Direktur Utama RSU dr Soedono Madiun tersebut meminta masyarakat selalu waspada, terutama saat ini yang memasuki musim kering.

"Musim seperti ini mencari air sulit sehingga masyarakat yang mendapat air supaya menggunakannya jangan sembarangan," katanya.

Selain itu, penggunaan air tidak sembarangan juga harus dilakukan saat mencuci piring, memasak air dan memastikan air yang diminum sudah dimasak matang. (ant/ang)
Editor: Zumrotul Abidin



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.