KELANA KOTA

KPAI: Sekolah Belum Aman Dari Kekerasan Seksual

Laporan Anggi Widya Permani | Sabtu, 20 Juli 2019 | 22:06 WIB
Diskusi publik anak dan pendidikan di Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Retno Listyarti Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan, sekolah belum sepenuhnya aman dari kekerasan seksual. Menurutnya, masih banyak kasus kekerasan seksual terjadi di sekolah.

"Faktanya, sekolah menjadi tempat terjadinya kekerasan seksual," ujar Retno, dilansir Antara, Sabtu (20/7/2019).

Pelaku kekerasan seksual pada anak di sekolah mulai dari kepala sekolah hingga guru. Korbannya pun beragam, mulai kelas satu SD hingga SMA. Contohnya kasus yang terjadi di SD yang ada di Baris, Serang, Banten. Korban dicabuli selama dua tahun dengan ancaman mendapatkan nilai jelek.

Menurut Retno, yang menjadi korban dalam kasus pelecehan seksual di sekolah tidak hanya murid perempuan tetapi juga murid laki-laki. Ia memberi contoh kasus di sebuah pesantren di Aceh, yang mana terjadi kekerasan seksual dengan jumlah korban mencapai 15 santri.


Dia menambahkan kekerasan seksual di sekolahnya biasanya terjadi di ruang kelas, laboratorium, ruang UKS, hingga kebun di belakang sekolah.

"Anak-anak sejak dini harus diajarkan mana bagian tubuh yang tidak boleh dipegang pada orang lain," ungkapnya.

Selain itu, kata dia, anak harus berani berbicara apa yang terjadi pada dirinya jika mengalami perbuatan yang tidak senonoh. Selama ini, kekerasan seksual yang terjadi berulang dikarenakan korban enggan untuk berbicara.

"Begitu juga orang tua hendaknya memperhatikan perubahan yang terjadi pada anak. Orang tua jangan melepaskan sepenuhnya pendidikan anak di sekolah," imbuhnya. (ant/ang)
Editor: Zumrotul Abidin



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.