KELANA KOTA

Tangan Palsu untuk Fitri

Laporan Denza Perdana | Minggu, 21 Juli 2019 | 18:18 WIB
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat memasangkan protesa atau tangan palsu untuk Wiji Fitriani di Kediri, Minggu (20/7/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Wiji Fitriani (24 tahun) penderita gangguan jiwa, yang pernah viral memakan jarinya sendiri, akhirnya mendapat tangan palsu (protesa). Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur yang memberikan protesa itu.

Jemari tangan warga Dusun Tambak, Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri itu memang nyaris habis. Jari tangan kirinya sudah tidak tersisa, sedangkan sebagian jari tangan kanannya sudah tidak ada.

Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial sempat membawa Fitri ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya, agar mendapat perawatan. Akhir Juni lalu, dokter membolehkan Fitri pulang.

"Kami terus melakukan monitoring, sampai akhirnya tim dokter merasa sudah saatnya Fitri bisa kembali ke keluarga, karena Fitri memang sering meminta bertemu sang nenek," kata Khofifah Minggu (21/7/2019).


Hari ini, Khofifah kembali mengunjungi Fitri di rumah tempat dia tinggal bersama Jirah (65 tahun) neneknya. Khofifah memberikan protesa tangan itu untuk Fitri agar dia bisa melakukan aktivitas sehari-hari.

"Ini saya rasa cukup advance (canggih) portesi (protesa/tangan palsu)-nya. Mudah-mudahan semua tetangga di sini bisa saling menolong saling membantu (Fitri)," kata Khofifah.

Khofifah mengatakan, dia sudah menugaskan Puskesmas setempat memantau dan memberi pelayanan lanjutan bagi Fitri. Dia berharap Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) juga melakukannya.

"Puskesmas dan TKSK saya harap bisa saling saling memberikan input informasi, sehingga kami juga bisa memberikan follow up yang lebih cepat," katanya.

Fitri tampak senang menerima tangan palsu dari Khofifah. Dia sempat menangis ketika diminta Khofifah menyampaikan sesuatu mengenai tangan palsunya kepada tetangga dan masyarakat sekitar.

Fitri sempat menjalani perawatan di RSJ Menur selama lebih dari dua bulan. Di rumah sakit itu, Fitri ditangani tim dokter yang tidak hanya berasal dari RSJ Menur tapi juga dari RS Haji dan RSUD Dr Soetomo.

Sejumlah dokter spesialis seperti dokter spesialis syaraf, dokter spesialis paru, juga dokter bedah plastik menangani dan memantau kondisi kejiwaan dan luka-luka di tangan Fitri.

Tidak hanya menjalani terapi psikososial di RSJ Menur, Fitri juga telah menjalani operasi bedah plastik untuk luka-luka di tangannya. Khofifah berharap, tangan palsu yang telah dia berikan kepada Fitri bisa membuatnya beraktivitas seperti sedia kala.(den/tin/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.