KELANA KOTA

Tabrak Brio yang Sedang Tambal Ban, Outlander Terbalik di Dekat Waduk Unesa

Laporan Dwi Yuli Handayani | Selasa, 23 Juli 2019 | 10:38 WIB
Mobil Outlander terbalik usai menabrak mobil Honda Brio yang sedang menambal ban di sekitar Waduk Unesa, Selasa (23/7/2019). Foto: Gustiawan via @e100ss
suarasurabaya.net - Mobil Outlander terbalik usai menabrak mobil Honda Brio yang sedang menambal ban di sekitar Waduk Unesa, Selasa (23/7/2019). Selain itu, tukang tambal ban juga mengalami luka akibat tabrakan ini.

Kompol M. Rashad Kapolsek Wiyung mengatakan, awalnya Outlander putih L 899 EL yang dikemudikan Lies DR Ginting (63) warga Tandes ini melaju dari TL Srikandi menuju PTC. Sedangkan mobil Brio L 1846 IK yang dikemudikan Ahmad Robi (45) warga Babatan Wiyung sedang berhenti untuk tambal ban di dekat Waduk Unesa.

"Setibanya di sekitar lokasi tambal ban, pengemudi Outlander merasa ngantuk dan ingin minggir. Tapi karena Outlander terlalu minggir akhirnya malah menabrak Brio yang sedang tambal ban di depannya. Sedangkan tukang tambal ban yang ada di sisi kanan Brio juga terimbas tabrakan tersebut hingga mata kiri korban terluka," kata Rashad pada Radio Suara Surabaya.

Untuk proses evakuasi mobil Outlander terbalik, kata Rashad, pihaknya meminta bantuan PMK. Sedangkan untuk tukang tambal ban atas nama Darmono (50) warga Wiyung yang mengalami luka sidah dilarikan ke RS Wiyung Sejahtera untuk mendapatkan perawatan.


Rashad mengakui, di lokasi ini memang rawan terjadi kecelakaan karena kondisi tanah yang tidak labil serta posisi jalan menyempit karena banyak pedagang kaki lima.

"Proses perbaikan jalan dari PU Bina Marga sudah sering tapi kondisi jalan memang nggak labil dan bergelombang. Jalan juga menyempit karena di kanan kiri ada pedagang kaki lima. Jam 11 malam paling akhir kami minta meninggalkan lokasi cuma jam 5 pagi sudah mulai lagi berdatangan para pedagang ini," kata Rashad.

Kata Rashad, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Camat setempat untuk melakukan penataan dan penertiban pedagang kaki lima di lokasi. "Jadi mereka tetap mencari nafkah tapi tidak mengganggu lalu lintas," katanya.

Dalam bulan Juli ini saja, kata Rashad, ada tiga kasus kecelakaan yang terjadi di sekitar waduk Unesa. "Penyebabnya sama, karena jalan bergelombang dan jalan tertutup PKL yang makan jalan 25 persen dari masing-masing sisi," pungkasnya. (dwi)


Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA