KELANA KOTA

Warga Pekanbaru Salat Iduladha di Tengah Asap

Laporan Ika Suryani Syarief | Minggu, 11 Agustus 2019 | 12:14 WIB
Sejumlah jamaah mengenakan masker medis saat mengikuti ibadah salat Iduladha di Masjid Raya Annur saat kabut asap karhutla menyelimuti Kota Pekanbaru, Minggu (11/8/2019). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Ribuan warga melaksanakan ibadah shalat Idul Adha di halaman Masjid Raya Annur saat kabut asap pekat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (11/8/2019).

Berdasarkan pantuan Antara, warga kini terus berdatangan ke Masjid Raya Annur dari berbagai daerah. Ibadah salat Iduladha digelar di pelataran masjid. Warga terlihat ada yang membawa masker sendiri dari rumah, dan panitia juga membagikan masker kepada jamaah.

"Sebenarnya ini sudah tidak sehat, tapi panitia menyediakan masker. Kenapa tidak salat di dalam masjid saja ya," kata seorang warga bernama Abdullah (45).

Panitia masjid mengumumkan lewat pengeras suara bahwa shalat berjamaah Idul Adha akan dimulai pada pukul 07.15 WIB. Panitia menyediakan masker medis terutama untuk anak-anak di bawah umur.


Panitia juga mengumumkan bahwa di tempat itu juga akan dihadiri oleh Syamsuar Gubernur Riau dan Edy Nasution Wakil Gubernur Riau.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kualitas udara pada Minggu pagi berasap sehingga jarak pandang menurun.

"Jarak pandang di Pekanbaru pada pagi ini cukup buruk, hanya dua kilometer akibat asap," kata Sanya Gautami Staf Analisis BMKG Stasiun Pekanbaru.

Ia menjelaskan kondisi berasap juga terpantau di Kota Dumai dengan jarak pandang 2 kilometer, dan Kabupaten Pelalawan 3 kilometer.

Sanya mengatakan kualitas udara kini status sedang akibat tercemar asap atau jerebu. Informasi konsentrasi partikulat (PM10) yang terkandung di udara pada sekitar pukul 06.30 WIB lebih dari 110 mikrogram per meter kubik.

"PM10 tercatat di angka 110, kualitas udara sedang," katanya.

Berdasarkan pantuan satelit pada Minggu pagi pukul 06.00 WIB, lanjutnya terpantau ada delapan titik panas di Riau yang jadi indikasi awal Karhutla. Dari jumlah tersebut ada enam titik yang terindikasi kuat merupakan titik api karhutla.

"Seluruhnya berada di Kabupaten Indragiri Hulu," katanya.

Sebelumnya, Syamsuar Gubernur Riau mengeluarkan arahan kepada masyarakat, khususnya umat muslim, untuk mewaspadai kabut asap kebakaran hutan dan lahan serta untuk berdoa meminta hujan pada perayaan Idul Adha 1440 Hijriyah pada Minggu besok tanggal 11 Agustus 2019.

"Untuk menghimbau (pada) sholat Idul Adha tanggal 11 Agustus 2019 atau 10 Zulhijjah 1440 H besok, agar dimohon juga agar seluruh jamaah minta doa supaya Riau segera turun hujan," kata Ahmad Syah Harrofie, Asisten I Sekretariat Daerah Pemprov (Setdaprov) Riau, menjelaskan arahan Gubernur Riau Syamsuar, kepada wartawan di Pekanbaru, Sabtu (10/8/2019).

Ia mengatakan, gubernur juga mengimbau jika besok kabut asap terlalu tebal, maka jamaah sebaiknya untuk sholat di dalam ruangan masjid. Selain itu, gubernur juga meminta agar kepala kantor kementerian agama di kabupaten dan kota bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kantor Urusan Agama (KUA) dan pengurus masjid setempat, segera melaksanakan Sholat Istisqa' (minta hujan) di wilayah masing-masing.

"Demikian arahan bapak gubernur untuk kita laksanakan bersama-sama," kata Ahmad Syah Harrofie.(ant/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.