KELANA KOTA

Laznas LMI Salurkan Kurban dari Muslim Singapura untuk Indonesia

Laporan Agustina Suminar | Minggu, 11 Agustus 2019 | 20:59 WIB
Ratusan hewan kurban yang ada di lingkungan Pesantren Daarul Ukhuwwah dan Ma'had Tahfizhul Qur'an Al-Firqoh An-Najiyah, Karang Ploso, Malang, Minggu (11/8/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Hari Raya Idul Adha terasa begitu semarak di lingkungan Pesantren Daarul Ukhuwwah dan Ma'had Tahfizhul Qur'an Al-Firqoh An-Najiyah, Karang Ploso, Malang, Minggu (11/8/2019).

Selepas shalat Idul Adha, seluruh santri dan warga sekitar berkumpul untuk menyaksikan penyembelihan hewan kurban. Apalagi, ada sebanyak 715 kambing dan domba yang akan didistribusikan ke 33 Kecamatan di Malang Raya.

Seluruh jumlah hewan kurban yang terkumpul merupakan bentuk kepedulian warga muslim Singapura untuk Indonesia. Setiap tahun Laznas LMI bersinergi dengan NGO asal Singapura Perdaus untuk mendistribusikan hewan kurban ke berbagai daerah minus di sekitar Malang.

Guritno Senior Manajer Penghimpunan dan Komunikasi Laznas LMI, berharap sinergi yang telah terjalin ini dapat terus berlangsung di tahun-tahun berikutnya.


"Alhamdulillah, Laznas LMI dipercaya untuk menyampaikan amanah ini sejak tahun 2007. Insyaallah amanah besar ini akan dilaksanakan sebaik-baiknya," harapnya berdasarkan rilis yang diterima suarasurabaya.net.

Sementara Raja Muzaffar Shah Bin Raja Rosli selaku Eksekutif Officer Perdaus Singapura, mengaku bahwa Indonesia dipilihnya karena keramahan warganya.

"Kami suka Indonesia karena ramahnya. Selain Indonesia, Perdaus juga menyalurkan kurban ke Australia dan Kamboja," akunya.

Radja Mudhafar menambahkan bahwa Perdaus menyalurkan hewan kurban ke luar negeri karena di Singapura tempat dan hewannya sangat terbatas. Namun ada yang jauh lebih penting dari itu, adalah niat berbagi dan mengokohkan persaudaraan muslim lintas negara.(tin)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.