KELANA KOTA

TWC Akan Koordinasi dengan BKB Soal Storynomic Tourism

Laporan Agustina Suminar | Minggu, 11 Agustus 2019 | 22:00 WIB
Wisatawan memadati kawasan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Foto: Antara
suarasurabaya.net - PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (TWC) akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Borobudur (BKB) terkait konsep storynomic tourism dalam pengembangan destinasi wisata tersebut.

"Masalah narasi harus sama-sama kita munculkan, jangan sampai TWC sendiri, BKB sendiri, maka kami harus bertemu agar satu persepsi," kata I Gusti Putu Ngurah Sadana General Manager Taman Wisata Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (11/8/2019).

Ia menuturkan selama ini BKB menangani masalah pemeliharaan candi, sedangkan TWC mendatangkan pengunjung sebanyak-banyaknya.

Ia mengatakan kalau dari TWC seperti disampaikan direksi bahwa TWC punya konsep penataan terhadap kawasan Borobudur, yakni mengeluarkan pedagang dari kawasan yang ada sekarang.


"Akan ada klaster-klaster yang akan dibuat di zona 2 dengan harapan pengunjung ke depan biar tidak langsung ke candi, termasuk perubahan pintu masuk," katanya.

Ia menuturkan mungkin alurnya mulai dari barat kemudian ke museum baru ke candi dan keluar makan, melihat atraksi, dan lainnya.

"Narasinya nanti, kadang kami khawatir tidak sesuai dengan BKB yang menangani masalah pelestarian. Konsep kami ke depan masih penataan dulu, karena selama ini pengunjung yang datang langsung naik ke candi," katanya

Ia mengatakan untuk melihat atraksi atau objek yang ada di kawasan ini tidak bisa dipaksakan.

"Lihat sendiri, sekarang tidak ada yang mau ke museum, seharusnya pengunjung itu masuk ada audio visual, ada alurnya jadi bisa dihambat tidak langsung ke candi," ujarnya.

Ia menyampaikan selama ini dalam promosi candi peninggalan wangsa Syailendra ini menggunakan bangunan candi, tidak ada cerita atau legenda di balik itu.

"Beberapa waktu lalu pernah memang waktu dengan Ganjar Pranowo Gubernur Jateng menyampaikan juga legenda apa yang bisa kami angkat dan jangan sampai salah, maka harus ada para pendahulu yang tahu tentang Borobudur dari segi kebudayaannya," katanya.(ant/tin)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.