KELANA KOTA

Dukung Desa Tangguh Bencana, BSN Survey Ketahanan Desa berbasis SNI

Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 14 Agustus 2019 | 18:20 WIB
Tim Ekspedisi sekaligus melakukan sosialisasi SNI kebencanaan. Foto: Humas BSN
suarasurabaya.net - Badan Standardisasi Nasional (BSN) tetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait kebencanaan dilanjutkan dengan sosialiasi sebagai wujud dukungan bagi kawasan pedesaan agar tangguh pada bencana.

Indonesia yang memang rawan dilanda bencana, satu diantaranya Tsunami, banjir, dan erupsi gunung berapi, yang mewajibkan penanganan kebencanaan harus ditangani oleh seluruh pihak yang ada. Badan Standardisasi Nasional (BSN) tetapkan SNI kebencanaan dan mensosialisasikannya.

"BSN telah menetapkan 17 SNI terkait kebencanaan. Semua sudah kami sosialisasikan kepada segenap aparat desa/kelurahan di Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, dan Banten melalui program Ekspedisi Destana Tsunami 2019," terang Zakiyah Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Rabu (14/8/2019) pada puncak acara Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami 2019 di Pandeglang, Banten.

Ekspedisi ini merupakan program Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang bekerja sama dengan banyak pihak, baik dari unsur pemerintah, masyarakat, lembaga usaha, akademisi, serta media massa.


Ekspedisi Destana Tsunami 2019 dilaksanakan sejak 12 Juli 2019 sampai 17 Agustus 2019. Dimulai dari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Tim Ekspedisi Destana 2019 beranjak ke barat melalui jalur darat hingga pemberhentian terakhir di Kabupaten Serang, Banten.

Selain menyosialisasikan SNI, relawan BSN yang tergabung dalam Tim Ekspedisi ini juga turut mendampingi para aparatur desa setempat dalam pengisian kuesioner Penilaian Ketahanan Desa (PKD).

"PKD merupakan perangkat alat hitung ketangguhan desa melalui indikator-indikator dan komponen yang telah disusun berdasarkan SNI 8357 : 2017, tentang Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana," tambah Zakiyah.

PKD terdiri atas 5 komponen dan 28 indikator. Kelima komponen tersebut mencakup kualitas dan akses pelayanan dasar; dasar sistem penanggulangan bencana; pengelolaan risiko bencana; kesiapsiagaan darurat; dan kesiapsiagaan pemulihan.

Zakiyah menerangkan, hasil evaluasi PKD ini dapat mencerminkan tingkat ketangguhan masyarakat desa dan dapat dijadikan identifikasi awal penerapan SNI 8357:2017 di desa-desa rawan bencana Tsunami.

"PKD ini merupakan evaluasi awal. Selanjutnya, BSN bersama dinas terkait dapat melakukan survey langsung ke lapangan untuk verifikasi data, dan melakukan pendampingan terhadap desa-desa tersebut agar dapat menjadi Desa Tangguh Bencana," pungkas Zakiyah.

Sosialisasi SNI terkait kebencanaan pun juga akan terus dilakukan dengan beberapa cara diantaranya dengan terjun langsung ke lapangan maupun melalui pemberitaan di media-media massa.(tok/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.