KELANA KOTA

Stupa Borobudur di Ukraina Bukti Cinta Kasih Indonesia buat Ukraina

Laporan J. Totok Sumarno | Senin, 19 Agustus 2019 | 16:42 WIB
Selubung hitam menutupi Stupa Borobudur di Kyiv, Ukraina penanda cinta kasih Indonesia pada rakyat Ukraina. Foto: Kedubes RI di Ukraina
suarasurabaya.net - Stupa Borobudur diharapkan jadi pemersatu dan mempererat persahabatan Indonesia dan Ukraina dimasa mendatang. Stupa Borobudur ungkapan cinta kasih pada rakyat Ukraina.

KBRI Kyiv membangun replika stupa Borobudur, yang berukuran sama dengan aslinya di areal Taman Indonesia di kawasan Kebun Raya Nasional M.M. Gryshko, Kyiv, ibukota Ukraina. Stupa ini diresmikan Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi, S.H.,M.E., Dubes RI, bertepatan dengan Resepsi Diplomatik HUT RI ke 74.

Acara yang dihadiri berbagai kalangan, mulai dari politisi, pengusaha, jajaran pejabat tinggi setempat, para kepala perwakilan asing dan organisasi-organisasi internasional di Ukraina, tokoh masyarakat, seniman, budayawan, masyarakat Indonesia di Ukraina, kalangan jurnalis setempat dan seluruh friends of Indonesia mitra-mitra KBRI di Ukraina.

Diawali dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali, disusul mengumandangkan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan lagu kebangsaan Ukraina, suasana khidmad mewarnai peresmian stupa.


Sambutan disampaikan Prof. Volodymyr Radchenko, ilmuwan Kepala Dewan Presidum National Academy of Science of Ukraine yang membawahi National Botanical Garden M.M. Gryshko, dan diteruskan dengan sambutan oleh Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi, S.H.,M.E., Dubes RI Kyiv.

Pada sambutannya, Prof. Volodymyr Radchenko, menyampaikan dengan terbangunnya stupa Borobudur tersebut merupakan upaya yang perlu diapresiasi sebagai langkah mendekatkan hubungan kedua rakyat melalui keindahan Taman Indonesia yang dibangun KBRI.


(Setelah peresmian Stupa Borobudur dilanjutkan dengan penampilan aneka tari tradisional Indonesia. Foto: Kedubes RI di Ukraina)

Dubes RI, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Borobudur merupakan mahakarya Nusantara yang menggambarkan kebesaran peradaban bangsa Indonesia. Stupa Borobudur ini juga merupakan hadiah Hari Kemerdekaan Ukraina ke 28 tahun sekaligus sebagai tanda kenangan persahabatan abadi antara Indonesia dengan Ukraina.

Stupa Borobudur ini adalah ungkapan cinta kasih bangsa Indonesia kepada rakyat Ukraina sebagai tanda kenangan persahabatan abadi yang akan tinggal selama-lamanya.

Di hadapan sekitar 400 an tamu yang menyaksikan peresmian ini, Yuddy menambahkan bahwa Stupa Borobudur ini merupakan sumber inspirasi kreatif bagi generasi penerus kedua bangsa demi persahabatan abadi serta turut menciptakan perdamaian dunia.

Dubes Yuddy berharap agar kehadiran Stupa Borobudur di Ukraina ini memberi inspirasi bagi dunia tentang arti pentingnya persahabatan, dan cinta kasih umat manusia yang tanpa terbatas.

Saat pengguntingan pita merah putih penanda diresmikannya Stupa Borobudur di Ukraina tersebut, suasana sakral dan penuh kharisma budaya Indonesia dengan iringan Angklung dan Gamelan.

Dilanjutkan penampilan tari Lenggang Nyai dari Jawa Barat yang dimainkan Ayesha Fatma Nandhira, putri Dubes RI di Ukraina bersama Maryna Kyrylchuk, penerima beasiswa RI Darmasiswa yang dengan lincah dan anggun menari persis di depan Stupa Borobudur.

Sekedar catatan, seluruh penampil pada resepsi diplomatik peresmian Stupa Borobudur adalah para mahasiswi prodi Bahasa dan sastra Indonesia Universitas Taras Shevchenko, ditambah warga setempat anggota friends of Indonesia di Ukraina, dan semuanya ini merupakan produk budaya Indonesia yang ditanam oleh KBRI dari tahun ke tahun.

Stupa Borobudur yang baru diresmikan itu, dibangun selama 51 hari oleh 3 orang pekerja seni bangunan yang khusus didatangkan dari Indonesia.

Stupa Borobudur berada di areal Taman Indonesia yang sudah lebih dulu dibangun oleh KBRI dan diresmikan pada 28 Oktober 2017, di kawasan National Botanical Garden M.M. Gryshko di Kyiv, yang merupakan kebun raya terbesar di Kyiv dan termasuk satu diantara yang terbesar di Ukraina.(tok/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.