KELANA KOTA

Khofifah Ingin Bangun Asrama Mahasiswa Nusantara

Laporan Agustina Suminar | Selasa, 20 Agustus 2019 | 09:17 WIB
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur bernyanyi bersama sejumlah perwakilan Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS) dalam silaturahmi di rumah Inspektur Jenderal Luki Hermawan Kapolda Jatim, Senin (19/8/2019) malam. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengungkapkan keinginannya membangun asrama nusantara di provinsinya saat acara cangkrukan Forkopimda setempat dengan Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS) di Surabaya, Senin (19/8/2019) malam.

Khofifah mengatakan rencana dibangunnya asrama nusantara bertujuan untuk menguatkan rasa Bhinneka Tunggal Ika antaramahasiswa dari berbagai suku dan daerah di Jatim.

"Sebetulnya kebhinnekaan kita ini masih lapis luar belum subtantif. Oleh sebab itu, saya berpikir bagaimana kalau mahasiswa disiapkan asrama mahasiswa nusantara dengan meminta keikhlasan mahasiswa Jatim," ujarnya dilansir Antara.

Rencana itu, kata dia telah dibahas dengan Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jatim. Pihaknya juga mematangkan berapa plot masing-masing mahasiswa dari berbagai daerah tersebut.


"Ini akan memanggil memori kita semua bagaimana sebenarnya Jong Java, Jong Celebes, Jong Borneo, itu semua kemudian mengikrarkan dirinya, mengikatkan dirinya dengan komitmen bahwa Indonesia tumpah darah kita," ujarnya.

Khofifah percaya dengan adanya asrama nusantara, akan muncul kepercayaan antarmahasiswa dari berbagai daerah.

"Maka yang ada di dalam diri mereka adalah bagaimana menjadi Indonesia dengan beragam suku, beragam bahasa dan adat istiadat yang akhirnya kemudian tepo sliro-nya akan muncul. Akan muncul kepercayaan," katanya.

Rencananya Khofifah bersama Lenis Kogoya Staf Khusus Presiden bidang Papua dan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya, hari ini akan mengunjungi asrama mahasiswa Papua di jalan Kalasan Nomor 10, Surabaya.(ant/tin)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.