KELANA KOTA

Kekerasan Anak Terhadap Ibu Diselesaikan Kekeluargaan

Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 21 Agustus 2019 | 21:43 WIB
Proses penyelesaian masalah kekerasan anak terhadap ibunya di Polsek Tegalsari. Foto: Istimewa.
suarasurabaya.net - Kasus AP (21) yang melakukan kekerasan terhadap ibunya akhirnya diselesaikan dengan mediasi kekeluargaan oleh Polsek Tegalsari. Keputusan ini diambil atas pertimbangan kemanusiaan karena permintaan dari ibu pelaku yang tengah dalam keadaan sakit.

Kompol Rendy Surya Aditama Kapolsek Tegalsari mengatakan, setelah kami dalami kemudian ada permintaan dari ibunya yang sedang sakit untuk dilakukan penyelesaian secara kekeluargaan.

"Jadi secara kekeluargaan saja, tadi kita undang warga, Kecamatan, DP5a untuk mediasi dengan AP pelaku. Agar masalah tidak diulang kembali, pelaku akan diawasi oleh Bhabinkamtibmas," ujar Kompol Rendy, Rabu (21/8/2019).

Rendy mengatakan, latar belakang kasus ini adalah masalah keluarga. Pelaku merasa kesal saat minta uang ke ibunya tidak dituruti. Karena menurut keterangan saudara-saudaranya, ibunya memang sedang tidak memiliki uang. Pelaku kemudian emosional sehingga terjadi kekerasan ini.


"Sebenarnya ini adalah permasalahan keluarga yang bersangkutan merasa kesal karena tidak dituruti oleh ibunya yang saat itu memang menurut pengakuan dari anak-anaknya tidak memiliki uang untuk menuruti permintaan yang bersangkutan," katanya.

Sebelumnya, video seorang anak melalukan kekerasan kepada ibunya sempat viral di media sosial. Dalam video berdurasi 39 detik tersebut, seorang anak melakukan kekerasan setelah sebelumnya diperingatkan oleh ibunya agar tidak bersikap kasar dengan orang tua.

Video yang viral ini langsung direspons oleh anggota Polsek Tegalsari dengan mendatangi lokasi kejadian yang ada di Jl. Kedondong, Kecamatan Tegalsari, Surabaya. Polisi dan Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya melakukan mediasi dan penyelesaian kekeluargaan. Pelaku juga dimintai membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. (bid)



Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.