KELANA KOTA

Pada Masa Krisis, Humas Harus Tetap Terbuka Pada Jurnalis

Laporan Agung Hari Baskoro | Kamis, 22 Agustus 2019 | 17:43 WIB
Vinda Maya Setianingrum Humas Unesa dalam Sharing Session Humas perguruan tinggi yang digelar Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) di kampus Unair, Surabaya pada Kamis (22/8/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Humas harus tetap terbuka pada jurnalis meskipun dalam masa krisis. Ini disampaikan Vinda Maya Setianingrum Humas Unesa pada Sharing Session Humas perguruan tinggi yang digelar Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) di kampus Unair, Surabaya pada Kamis (22/8/2019).

Dalam acara tersebut, Vinda juga mengatakan krisis yang dihadapi institusi bisa dibedakan menjadi dua hal. Pertama krisis akibat adanya sebuah peristiwa atau bencana dan krisis sebagai dampak dari masalah yang tidak segera tertangani dengan baik.

"Strategi menghadapi krisis harus cepat identifikasinya. Krisis apa dan kenapa itu ada. Lalu berkoordinasi dengan jajaran kampus mengenai langkah yang akan ditempuh," ujar Vinda pada Kamis (22/8/2019).

Ia menegaskan, dalam krisis, relasi dengan para jurnalis media tetap harus dibangun dengan baik. Sebab media adalah mitra utama humas dalam membentuk reputasi. Humas tidak boleh menutup diri pada media.


Ia menyontohkan, pada Juni 2019 lalu, Unesa sempat mengalami krisis. Saat itu, salah satu pihak di Labschool Unesa diberitakan melakukan perbuatan pelecehan seksual.

"Kami segera menyampaikan bahwa kasus itu sudah ditangani kepolisian dan Unesa memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik," jelasnya.

Ia mengatakan, Humas di era disrupsi harus mampu menghadapi berbagai tantangan atas perubahan zaman. Perubahan saat ini berlangsung serba instan. Sehingga, humas dituntut cepat belajar dan menguasai semua instrumen komunikasi yang melibatkan teknologi digital. (bas/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.