KELANA KOTA

Kebakaran Hutan Hujan Amazon, Presiden Brasil Salahkan LSM Lokal

Laporan Dwi Yuli Handayani | Jumat, 23 Agustus 2019 | 13:37 WIB
Kebakaran hutan Amazon. Foto: akun instagram @iamnickrose
suarasurabaya.net - Kebakaran hutan hujan Amazon di Brasil utara telah memicu protes di media sosial. Presiden Jair Bolsonaro pada Rabu (21/8/2019) menuding kelompok-kelompok aktivis lingkungan adalah pihak yang memulai keributan tersebut.

Gambar kebakaran yang diduga melahap bagian hutan hujan terbesar di dunia, telah menyebar di Twitter. Tanda pagar (hashtag) #PrayforAmazonas menggema di platform belogo burung biru itu dan menduduki posisi teratas di dunia kemarin, dengan lebih dari 249.000 cuitan.

"Tidak peduli seberapa sukses kita. Jika Bumi kita mati, maka kita pun mati," tulis seorang pengguna pengguna Twitter, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (22/8/2019).

Sedangkan yang lain menulis: "Mohon doa untuk Amazon dan planet ini, kita membutuhkannya", seperti dilansir liputan6.


Beberapa foto lawas bahkan memperlihatkan kebakaran di Amazon sejak 1989 atau di negara-negara lain seperti Amerika Serikat atau India. Demikian menurut layanan pengecekan fakta AFP.

Angka resmi menunjukkan hampir 73.000 kebakaran hutan tercatat di Brasil dalam delapan bulan pertama tahun 2019 jumlah tertinggi untuk setiap tahun sejak 2013. Sebagian besar berada di Amazon.

Angka tersebut kemudian dibandingkan dengan apa yang terjadi pada tahun 2018, dengan 39.759 kasus kebakaran hutan di Amazon, menurut National Institute for Space Research (INPE). Sementara itu, Bolsonaro juga merilis data yang menunjukkan lonjakan deforestasi dalam beberapa bulan terakhir.

Kepala INPE, badan yang ditugaskan untuk memantau pembukaan lahan hutan, dipecat karena naiknya insiden tersebut.(lip6/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.