KELANA KOTA

Warga Surabaya jadi TKI Ilegal di Malaysia Dipulangkan

Laporan Dwi Yuli Handayani | Jumat, 23 Agustus 2019 | 11:51 WIB
Sejumlah petugas dari Pemkot Surabaya saat menjemput salah seorang warga Kapas Madya, Kota Surabaya, Jawa Timur, Santoso yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal Malaysia di Bandara Juanda, Surabaya, Kamis (22/8/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Pemerintah Kota Surabaya memulangkan Santoso salah seorang warga Kapas Madya, Kota Surabaya, Jawa Timur yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dengan bekerja sebagai kuli bangunan di Malaysia selama lima tahun.

Ikhsan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya di Surabaya, Jumat (23/8/2019) menjelaskan koordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Malaysia, untuk pemulangan Santoso sudah dilakukan sejak Juni lalu.

"Saat itu ibu wali kota mengirim surat langsung kepada KJRI Johor Bahru untuk memulangkan Pak Santoso yang bekerja sebagai kuli bangunan di Malaysia," katanya, seperti dilansir Antara.

Ikhsan menyatakan, Santoso pulang bersama lima TKI dari beberapa daerah di Jatim pada Kamis (22/8/2019). Mereka diantar oleh Satuan Tugas KJRI Johor Bahru, Malaysia.


"Rencananya, Pak Santoso akan dipekerjakan sebagai tenaga kontrak di lingkungan Pemkot Surabaya," katanya.

Santoso diketahui merupakan ayah dari Salsa Mega Fatika, mahasiswi penerima program beasiswa pendidikan tinggi negeri (PTN) generasi emasi (Genmas) dari Pemerintah Kota Surabaya.

Saat dilakukan "outreach" atau pendekatan konseling terhadap Salsa, ibunya bekerja di percetakan, sedangkan ayahnya bekerja sebagai TKI.

Mengetahui hasil laporan "outreach" dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya pun meminta untuk memulangkan Santoso ke Surabaya dan akan dipekerjakan di Surabaya.

Santoso mengatakan pilihannya menjadi TKI karena terdesak kebutuhan ekonomi. Sekitar 2014, ia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) saat bekerja di pabrik, kemudian memilih kerja bangunan, namun belum cukup memenuhi kehidupan sehari-hari.

"Akhirnya telepon saudara saya yang bisa membantu jadi TKI," katanya.

Sementara itu, Salsa mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Surabaya, khususnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini karena sudah memulangkan ayahnya dari Malaysia yang bekerja sebagai TKI ilegal

"Terima kasih atas bantuannya semua," kata Salsa yang merupakan mahasiswa Prodi Keperawatan Poltekkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini. (ant/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.