KELANA KOTA

BUMN Akan Rekrut 11.000 Pegawai Tahun Ini

Laporan Ika Suryani Syarief | Jumat, 23 Agustus 2019 | 16:30 WIB
Gedung Kementerian BUMN . Foto: BUMN.go.id
suarasurabaya.net - Imam Apriyanto Putro Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan akan ada perekrutan hingga 11.000 pegawai tahun ini untuk memenuhi kebutuhan SDM perusahaan pelat merah tersebut.

"Tahun 2019 yang dibutuhkan seluruh BUMN sekitar 11.000 karyawan. Yang dari perekrutan bersama ini sudah sekitar 3.300-an karyawan," kata Imam saat menghadiri Inaugurasi 1.500 Pegawai Program Perekrutan Bersama (PPB) BUMN 2019 di Halaman Kementerian BUMN Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Imam menjelaskan hingga kini, tercatat sudah 3.310 lowongan yang sudah terisi melalui Program Perekrutan Bersama (PPB) BUMN oleh 116 perusahaan.

Dengan kebutuhan 11.000 pegawai seperti yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan BUMN Tahun 2019, perekrutan masih akan dibuka untuk sekitar 7.690 pegawai.


Herdy Harman Ketua Forum Human Capital Indonesia (FHCI) menyebutkan PPB BUMN tahun ini diikuti hampir 1 juta peserta, tepatnya 995.595 orang pada tahap registrasi, kemudian seleksi administrasi menjadi 584.550 orang.

Pada tahap final, hanya 3.310 orang yang lolos dalam perekrutan ini. Ada pun proporsi pegawai yang diterima terdiri dari 2.937 pegawai reguler, 177 disabilitas dan 196 dari Kawasan Indonesia Timur.

"Proporsi kelulusan terdiri dari 1.467 pegawai perempuan atau 44 persen dan pegawai laki-laki 1.843 orang atau 56 persen," kata Herdy.

Menteri BUMN Rini Soemarno berharap jumlah pegawai yang direkrut dalam Program Perekrutan Bersama (PPB) BUMN bertambah menjadi 50.000 orang.

"Yang sedih bahwa kita baru merekrut 3.300 orang. Saya harap tahun depan bisa merekrut sampai 50 ribu orang, sehingga BUMN-nya harus naik 10 kali lipat," kata Rini.(ant/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.