KELANA KOTA

Pemkot Surabaya Akan Tetapkan Benteng Kedung Cowek Bangunan Cagar Budaya

Laporan Denza Perdana | Jumat, 23 Agustus 2019 | 19:12 WIB
Benteng Kedung Cowek. Foto: Humas Pemkot
suarasurabaya.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menjajaki rencana penetapan Benteng Kedung Cowek sebagai Bangunan Cagar Budaya dengan Kodam V/Brawijaya.

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mengatakan, kawasan Benteng Kedung Cowek itu ada di dalam teritorial Kodam V/Brawijaya. Karena itu dia bersinergi.

Risma mengatakan, Pemkot Surabaya berencana mengembangkan kawasan itu bersama Kodam V/Brawijaya. Baik dengan cara perbaikan atau revitalisasi.

"Prinsipnya nanti kita perbaiki atau revitalisasi, selanjutnya kita kembalikan ke Kodam atau kita kelola sama-sama," katanya, Jumat (23/8/2019).


Sebelum pelaksanaan perbaikan atau revitalisasi itu, Risma memastikan Pemkot akan lebih dulu menetapkan benteng peninggalan zaman kolonial belanda.

"Pertama akan kami tetapkan dulu benteng itu menjadi Bangunan Cagar Budaya (BCB) dengan SK Wali Kota, lalu kami revitalisasi," ujarnya.

Dia mengatakan, kawasan benteng seluas kurang lebih tujuh hektar itu bakal jadi spot wisata menarik di Surabaya. Ini sejalan dengan upaya Pemkot mengembangkan kawasan wisata di wilayah pesisir pantai.

"Kami lagi kembangkan kawasan di sana menjadi kawasan (wisata) pantai. Cuman, ada peninggalan-peninggalan (sejarah) yang juga bisa kita jadikan wisata," paparnya.

Musdiq Ali Suhudi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Surabaya mengatakan, jajarannya telah merapat rencana penetapan Benteng Kedung Cowek sebagai BCB.

"Nanti dengan tim ahli cagar budaya kami akan lakukan uji material baik itu konstruksi fisik maupun komponen bangunan, kemudian literatur kesejarahan itu punya peranan penting seperti apa," katanya.

Dispursip bersama Tim Ahli Cagar Budaya dan Kodam V/Brawijaya, kata dia, dalam waktu dekat akan mengobservasi lagi lokasi benteng untuk menggali nilai-nilai sejarah di bangunan benteng itu.

"Untuk mencari fisik bangunan benteng itu sejak tahun berapa, untuk memenuhi kriteria bangunan sejarah ini," ujarnya.(den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 2
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.