KELANA KOTA

Taiwan Minat Bikin Fasilitas Cold Storage untuk Cabai di Jatim

Laporan Denza Perdana | Minggu, 25 Agustus 2019 | 16:09 WIB
Ilustrasi. Foto: Shutterstock
suarasurabaya.net - Investor asal Taiwan berminat bikin fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) cabai rawit di Jatim. Fasilitas ini dianggap mampu mengantisipasi lonjakan harga cabai.

Hadi Sulistyo Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur mengatakan, usulan dari investor asal Taiwan ini masuk kepadanya baru-baru ini.

"Kemarin ada investor dari Taiwan mengusulkan mendirikan pabrik cold storage untuk menyimpan cabai rawit," ujar Hadi, Minggu (25/8/2019).

Keberadaan fasilitas penyimpanan dingin, kata Hadi, dapat mengantisipasi lonjakan harga cabai yang sempat tembus Rp80 ribu per kilogram pada akhir Juli lalu.


Tidak hanya cool storage, Hadi menyarankan agar investor itu juga mendirikan pabrik cabai kering.

"Kami arahkan ke sana. Karena saat cabai melimpah tidak semua bisa tertampung," ujarnya.

Sayangnya, dia belum bisa memastikan kapan investasi pembuatan fasiltas penyimpanan dingin cabai rawit di Jawa Timur ini bisa terealisasi.

Hadi optimistis, harga cabai mulai turun beberapa pekan ke depan. Sekarang sudah masuk masa panen, sehingga dalam waktu dekat harga mulai tereduksi.

"Secara bertahap sudah turun. Dari Rp70 ribu per kilogram sekarang sudah di kisaran Rp50 ribu sampai Rp60 ribu per kilogram," ujarnya.

Sejumlah daerah seperti Blitar, Tuban, dan Banyuwangi yang menjadi lumbung cabai di Jawa Timur, menurutnya, mulai panen. Hadi berharap masyarakat bijak membeli cabai.

"Kalau yang bulan ini, kami antisipasi supaya harga cabai di pasar kembali normal. Kami juga sosialisasi ke masyarakat supaya beli cabai sesuai kebutuhan," katanya.(den/tin/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.