KELANA KOTA

PDAM Tempuh Risiko Besar, Untuk Atasi Teknis Sambungan Pipa di Yos Sudarso

Laporan Agustina Suminar | Selasa, 10 September 2019 | 10:21 WIB
Ilsutrasi. Grafis: suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Mujiaman Sukirno Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya menguraikan masalah teknis yang dihadapi saat pengerjaan proyek penggeseran utilitas pipa PDAM berdiameter 800mm di Jalan Yos Sudarso, untuk proyek pembangunan basement Alun-alun Surabaya.

Ia mengakui, bahwa molornya pengerjaan yang harusnya selesai Sabtu (7/9/2019) ini, dikarenakan kurangnya data valid tentang instalasi yang ada di Surabaya, khususnya yang berada di bawah tanah sehingga PDAM melakukan berbagai upaya di luar perencanaan untuk menangani masalah perpipaan di proyek alun alun Surabaya, jalan Yos Sudarso.

Awalnya, PDAM telah mengantisipasi dengan melakukan pemotongan pipa sebelum pengerjaan. Sehingga pihaknya tinggal melakukan penyambungan dengan pipa yang baru, yang diperkirakan hanya memakan waktu kurang lebih 24 jam.

Namun saat akan melakukan proses koneksi pipa, ditemukan instalasi lain diluar perkiraan PDAM. Sehingga, PDAM masih harus melakukan identifikasi dan pemotongan sambungan-sambungan tersebut.


"Jadi di dalam tiba-tiba ketemu pipa kuning, pas ditanya ternyata pipa gas, lalu baru kita order harus dipotong. Ketemu kabel, kita identifikasi ternyata milik PLN, lalu dipotong. Tiba-tiba ketemu (kabel) Telkom, ada yang sudah dipotong dan ada yang direlokasi. Ini benar-benar diluar perkiraan kami," kata Mujiaman kepada Radio Suara Surabaya, Selasa (10/9/2019).

Ia mengatakan, instalasi lain yang ditemukan PDAM sangat banyak dan cukup menganggu pengerjaan. Sehingga proses menyelesaikan satu per satu utilitas yang menghalangi penyambungan pipa mengakibatkan waktu pengerjaan memakan waktu berhari-hari.

"Ternyata pipa-pipa ini bentuknya tidak beraturan, karena sesuai dengan tiang pancang dan ekstra besar. Kita pas mau pasang baru kita temukan kabel besar, kalau digabung banyaknya hampir berdiameter 1 meter. Karena menghalangi pipa, akhirnya kita putuskan dipotong jadi dua," tambahnya.

Mulanya, pengerjaan ini diperkirakan membuat 60 ribu pelanggan terdampak. Namun karena yang bermasalah pipa utama yang saling terhubunga dengan pipa yang lain, maka PDAM memutuskan untuk menutup pompa air lainnya. Akibatnya, jumlah warga yang terdampak pengerjaan ini meluas hingga 200 ribu pelanggan.

Saat ini, tim PDAM Surya Sembada Kota Surabaya mulai melakukan proses normalisasi aliran air. Beberapa rumah pompa yang telah beroperasi diantaranya IPAM Karangpilang 3, IPAM Ngagel 3, IPAM Ngagel 2 dan IPAM Ngagel 1.

Meski proses pengerjaan sudah selesai, namun pihaknya masih akan melakukan evaluasi dengan banyak tim ahli tentang potensi pipa PDAM kedepan. Ia berharap, pengerjaan utilitas ini dapat bertahan lama karena menjadi objek vital bagi warga di Surabaya.

"Tinggal kita perlu evaluasi dengan para ahli, bagaimana potensi (pipa) ini agar umurnya panjang, karena ini bukan hanya fungsi teknis, tapi bagaimana agar benar-benar aman dan awet untuk jangka waktu yang lama," tutur Mujiaman.

Ia juga menyampaikan, bahwa pihaknya akan memaksimalkan penggunaan sistem SIG (Geographic Information System), untuk menginventarisir aset di Surabaya, agar informasinya dapat tergabung dengan informasi instalasi yang lain.

"Kedepan kita sudah ada SIG punya Pemkot Surabaya. Kita gabungkan misal pipa ketemu pipa, kabel ketemu kabel, apakah KTP pelanggan sesuai dengan data KTP Pemkot. Jadi kalau ada perbaikan bisa langsung diperbarui secara otomatis," ujarnya.(tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 3
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.