KELANA KOTA

Nyalakan Lilin Serentak di Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Laporan Agung Hari Baskoro | Selasa, 10 September 2019 | 21:28 WIB
Puluhan lilin dinyalakan serentak pada pukul 20.00 WIB di halaman depan kampus FK, Unair pada Selasa (10/9/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Puluhan lilin dinyalakan serentak pada pukul 20.00 WIB di halaman depan kampus FK, Unair pada Selasa (10/9/2019). Lilin-lilin ini adalah pertanda harapan yang menyala pada upaya pencegahan bunuh diri sedunia.

Dr Nalini Muhdi, SpKJ Perwakilan Indonesia untuk International Association for Suicide Prevention (IASP) sekaligus inisiator acara mengatakan, peringatan hari pencegahan bunuh diri dengan menyalakan lilin juga dilakukan serentak di negara-negara lain.

"10 september 2010, ditetapkan jadi hari pencegahan bunuh diri sedunia oleh WHO. Menyalakan lilin bersama tepat pukul delapam malam, sesuai anjuran WHO. Semoga angka bunuh diri dan depresi tidak menjadi ledakan di Indonesia, karena sumber stress di Indonesia begitu lengkap," ujarnya pada Selasa (10/9/2019) malam.

Ia mengatakan, Indonesia sebenarnya cukup terlambat dalam upaya pencegahan bunuh diri. Namun, ia berharap, dengan gerakan yang ia mulai dari Surabaya, bunuh diri bisa dicegah.


"Indonesia harus ikut serta. Dari Surabaya, kota pahlawan, kami mencoba untuk menjadi pionir memperingati hari pencegahan bunuh diri sedunia ini," katanya.

Yumna Muhamad Apta mahasiswa Keperewatan Unair yang hadir dalam acara mengatakan, ia sengaja datang karena merasa fenomena bunuh diri memang nyata ada di lingkungan sekitarnya. Ia berharap, melalui acara semacam ini, masyarakat lebih sadar dan peduli.

"Karena banyak fenomena bunuh diri di sekitar saya, gak mitos. Tetangga ada yang gantung diri. Temen saya hampir jadi korban bunuh diri. Ini yang membekas," ujarnya.

"Harapannya, dengan acara ini, kita semua lebih konsern. Kita ini berharga, jangan sampai kita juga acuh tak acuh dengan tetangga. Kita harus saling peduli, mengingatkan," lanjutnya.

Selain menyalakan lilin bersama, juga ada pembacaan puisi yang diciptakan langsung oleh penyintas bunuh diri. Tak hanya itu, juga ada pembacaan doa bersama serta dukungan bagi semua orang yang sedang berjuang untuk melawan depresi dan keinginan untuk bunuh diri. (bas)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.