KELANA KOTA

BPBD Jember: Tidak Ada Kerusakan Akibat Gempa

Laporan Dwi Yuli Handayani | Rabu, 11 September 2019 | 18:13 WIB
Gempa bumi mengguncang Jember pada Rabu (11/9/2019) dini hari. Foto: bmkg.go.id
suarasurabaya.net - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur mengatakan tidak ada kerusakan bangunan akibat gempa bumi yang mengguncang daerah itu pada Rabu (11/9/2019) dini hari.

"Alhamdulillah sejauh ini tidak ada laporan kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi dini hari tadi," kata Heru Widagdo Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember di Kabupaten Jember, seperti dilansir Antara.

Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,8 mengguncang Kabupaten Jember pada Rabu, pukul 00.12 WIB. Namun, gempa tersebut tidak berpotensi terjadi tsunami.

"Petugas di lapangan juga sudah melakukan pemantauan di beberapa wilayah terhadap dampak gempa bumi dan semuanya nihil, tidak ada laporan kerusakan," tuturnya.


Ia menjelaskan warga Jember beberapa kali merasakan getaran gempa bumi, baik gempa yang berpusat di Jember maupun di luar Jember, seperti di Bali, beberapa waktu lalu.

"Guncangan gempa bumi yang berpusat di Bali yang berkekuatan 5,8 SR pada pertengahan Juli 2019 cukup kuat dirasakan di Jember, bahkan sejumlah bangunan mengalami keretakan akibat gempa itu," katanya.

Heru mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik saat terjadi gempa, serta mendapatkan informasi dari sumber yang terpercaya, seperti BMKG yang diteruskan kepada BPBD di daerah setempat.

Musripan Kepala Stasiun Geofisika BMKG Karangkates Malang mengatakan episenter gempa bumi yang terletak pada koordinat 9,34 LS dan 113,40 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 km barat daya kota Jember, Jawa Timur pada kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi terjadi tsunami.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia," katanya.

Guncangan gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Jember itu dilaporkan telah dirasakan di daerah Blitar, Trenggalek, Malang, Lumajang, Banyuwangi dalam skala intensitas II-III MMI. (ant/dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.