KELANA KOTA

Ekonom: BJ Habibie Bapak Independensi Bank Sentral

Laporan Muchlis Fadjarudin | Kamis, 12 September 2019 | 08:42 WIB
Dradjad Hari Wibowo Ekonom senior Indef. Foto: Faiz/Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Dradjad Hari Wibowo Ekonom senior Indef menilai, umumnya orang mengenang almarhum Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai Presiden RI pada saat puncak krisis ekonomi dan guncangan politik.

Atau juga, kata Dradjad, mengenang BJ Habibie sebagai tokoh utama ICMI yang berhasil membawa pemikiran modern Islam mewarnai arus utama kehidupan politik dan sosial ekonomi Indonesia.

Disamping itu, menurut Dradjad, yang sangat kuat dalam ingatan rakyat hingga anak kecil sekalipun adalah Habibie sebagai ilmuwan genius, Bapak teknologi dalam Indonesia modern, atau bahasa gampangnya Tukang pesawat terbang.

Tetapi sebagai ekonom, Dradjad menilai kalau jasa terbesar BJ Habibie adalah bapak Independensi Bank Sentral, yang mengikuti praktik terbaik internasional.


"Saya melihat salah satu jasa terbesar beliau adalah sebagai Bapak Independensi Bank Sentral. Beliau lah yang membuat Bank Indonesia menjadi bank sentral yang independen, melalui UU No 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Ini mengikuti praktek terbaik internasional, sebagaimana diterapkan oleh negara-negara maju," ujar Dradjad kepada suarasurabaya.net, Kamis (12/9/2019).

Kata dia, langkah BJ Habibie inilah yang membuka babak baru rejim moneter Indonesia.

"Langkah beliau ini membuka babak baru rejim moneter Indonesia. Karena sebelumnya, BI (Bank Indonesia) dan kebijakan moneter hanya menjadi ?onderbouw? Departemen Keuangan sebagai otoritas superpower yang menguasai rejim fiskal, moneter dan BUMN Indonesia. Dengan UU 23/1999, rejim moneter menjadi jurisdiksi BI sepenuhnya," jelasnya.

Dradjad menjelaskan, selama 20 tahun, Indonesia bisa merasakan bahwa independensi BI menjadi salah satu faktor kunci yang membuat perekonomian Indonesia lebih mampu memitigasi risiko-risiko krisis. Karena memang, independensi bank sentral itu menjadi syarat kunci stabilitas ekonomi.

"Itu kenangan saya tentang beliau, teriring doa semoga beliau husnul khatimah. Menjadi ahli surga yang mulia di sisi Allah SWT," pungkas Dradjad.

Sekadar diketahui, BJ Habibie meninggal hari Rabu (11/9/2019) di. RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Almarhum BJ Habibie meninggal pada usia 83 tahun dan akan dimakamkan di TMPN Kalibata Jakarta Selatan, siang ini.(faz/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.