KELANA KOTA

Habibie Memimpin Singkat Tapi Beri Kebebasan Pers dan Berekspresi

Laporan Muchlis Fadjarudin | Kamis, 12 September 2019 | 09:02 WIB
Tantowi Yahya Dubes Indonesia untuk Selandia Baru. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Meninggalnya Bacharuddin Jusuf Habibie Presiden RI ketiga membuat banyak orang merasa kehilangan. Kenangan-kenangan atas jasa almarhum Habibie pun menjadi pembicaraan.

Tantowi Yahya Dubes Indonesia untuk Selandia Baru merasa kehilangan atas meninggalnya Habibie. Tokoh seperti Habibie inilah yang memberikan warna demokrasi bagi Indonesia.

"Kita telah kehilangan tokoh, negarawan, ilmuwan dan politisi besar yang telah memberikan warna dalam perjalanan Indonesia sebagai demokrasi," ujar Tantowi dalam pesan singkatnya, Kamis (12/9/2019).

Meskipun menjabat Presiden sangat singkat, tapi kata Tantowi, almarhum BJ Habibie telah memberikan hadiah besar dalam demokrasi di Indonesia. Hadiah itu berupa kebebasan pers dan berekspresi.


"Masa kepresidenannya yang sangat pendek telah memberikan hadiah besar dalam kehidupan berdemokrasi yakni kebebasan pers dan berekspresi sebagaimana yang kita nikmati saat ini," jelasnya.

Sekadar diketahui, BJ Habibie meninggal dunia dalam usia 83 tahun, Rabu (11/9/2019), setelah beberapa hari dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat

Rencananya, penyerahan jenazah dari keluarga ke negara akan dilakukan siang ini, di kediaman almarhum BJ Habibie, Patra Kuningan, Jakarta Selatan.

Almarhum akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata, Jakarta Selatan Pukul 14.00 WIB, dengan Joko Widodo Presiden sebagai Inspektur Upacaranya.(faz/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.