KELANA KOTA

Visa Umroh 300 Riyal, Amphuri Minta Travel Umroh Tidak Naikkan Harga Tinggi

Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 12 September 2019 | 14:24 WIB
Muhammad Sofyan Arif Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) Jatim. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Muhammad Sofyan Arif Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) Jatim mengimbau kepada perusahaan travel umroh agar tidak menaikkan harga setinggi-tingginya sebagai respons biaya visa atau Government Fee sebesar 300 riyal atau setara Rp1,2 juta.

"Bagi teman-teman pengusaha travel jangan dibuat aji mumpung dengan menaikkan harga setinggi-tingginya. Yang wajar saja, ya 300 riyal ditambah biaya lainnya maksimal 491 riyal atau maksimal Rp 2 juta," ujar Sofyan dalam Konferensi Pers di Sekretariat Amphuri Jatim Jl Raya Juanda, Sidoarjo, Kamis (12/9/2019).

Sofyan mengatakan, pemberlakuan Government Fee sebesar 300 riyal ini sebagai ganti penghapusan visa berbayar progresif yang diputuskan Kerajaan Arab Saudi. Sehingga, semua kunjungan ke Arab Saudi baik dengan tujuan umroh maupun bisnis harus membayar biaya visa 300 riyal.

"Siapapun yang berkunjung kena Rp 1,2 juta atau 300 riyal. Khusus untuk umroh di dalamnya termasuk visa maka muncul biaya-biaya lain maksimal di kisaran menjadi 491 riyal atau Rp2 juta," katanya.


Sofyan sekali lagi mengimbau kepada pengusaha travel umroh agar tidak menaikkan harga setinggi-tingginya dengan dalih aturan baru ini. Menurutnya, aturan ini belum terlihat dampaknya bagi bisnis travel umroh. Sebab perjalanan umroh rata-rata masih di awal Oktober.

"Kasihan jamaah harus ditarik tambahan biaya berlebih. Belum tahu imbasnya, karena umroh masih awal Oktober rata-rata," katanya. (bid/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.